MALANG KOTA - Proyek Water Treatment Plant (WTP) atau pengelolaan air sungai untuk distribusi air pelanggan Perumda Tugu Tirta kini tengah dikebut. Ke depan, Tugu Tirta secara bertahap tidak akan bergantung lagi dengan distribusi air dari sumber mata air. Salah satunya Sumber Pitu di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Dengan sudah berjalannya WTP, maka ada rencana dari perusahaan pelat merah tersebut untuk memutus kerja sama dengan Pemkab Malang terkait pengambilan air di Sumber Pitu.
”Ada opsi begitu, tapi tidak dilakukan dalam waktu dekat karena harus ada kajian lagi,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, kemarin.
Pria yang juga menjadi kuasa pemilik modal (KPM) Tugu Tirta itu juga menyebut dalam beberapa tahun terakhir sering kali pipa dari Sumber Pitu jebol. Selain membuat kerugian di pihak pelanggan, hal itu juga merugikan Pemkot Malang.
”Hitungan kami sudah 30 kali jebol dan biayanya tidak sedikit untuk memperbaiki. Bisa sampai Rp 15 miliar," tutur Sutiaji.
Dia menambahkan, ketika menggunakan suplai air dari WTP, Pemkot Malang tak perlu repot melakukan filtrasi. Berbeda dengan dari Sumber Pitu, di mana harus dilakukan filtrasi terlebih dulu sebelum didistribusikan.
”Rencana mengakhiri kerja sama ini bukan karena meredam konflik ya. Tapi memang sudah waktunya Kota Malang mandiri," tandas orang nomor satu di Pemkot Malang itu.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan, sebaiknya Pemkot Malang tak perlu terburu-buru dalam mengakhiri kerja sama dengan Sumber Pitu. Karena menurutnya, proyek WTP juga belum tentu berhasil.
”Jadi sebaiknya tetap menggunakan Sumber Pitu, meskipun sudah ada WTP. Nanti kan masih ada evaluasi saat pelaksanaan," tandas Arief. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian