Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

HIPPAM Rusak, Dengkol Singosari Krisis Air, Butuh 40 Ribu Liter Per Hari

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 4 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

Salah satu warga Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengisi air bersih ke dalam galon.
Salah satu warga Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengisi air bersih ke dalam galon.

MALANG KABUPATEN - Sudah dua pekan warga Desa Dengkol, Kecamatan Singosari kekurangan air bersih. Itu terjadi karena pipa sumur bor dari Himpunan Penduduk Pemakai Air (HIPPAM) Tirta Mandiri rusak. Sehingga, distribusi air bersih terhenti.

Rusdi, 30, salah satu warga setempat mengungkapkan, dia harus mengambil air dari Musala Ar-Rahmah untuk kebutuhan sehari-hari. ”Saya biasanya mengambil 20 galon,” ujar dia kemarin (3/7). Per galon berisi sekitar 19 liter air bersih. Sehingga, jika dijumlah, Rusdi memerlukan sekitar 380 liter air bersih setiap hari.

Terhentinya distribusi air bersih juga berimbas kepada produsen tempe, Ahmad Sholeh, 38. ”Saat ada dropping air, saya harus mengambil empat sampai lima kali. Sekali ambil sebanyak 125 liter,” kata dia.

Air tersebut, selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari juga untuk keperluan produksi tempenya. Sebab, proses produksi tempe memerlukan air yang cukup banyak. Salah satunya untuk mencuci kedelai.

Kondisi tersebut tentu menyusahkan warga setempat. Sehingga, dia dan warga lainnya cukup berharap ada dropping air dari berbagai pihak. Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan. ”Di sini, ratusan orang terdampak karena HIPPAM yang rusak itu. Kalau (warga) yang tergolong mampu biasanya beli Rp 80 ribu per seribu liter,” imbuhnya.

Menurut penuturannya, setiap gang di sana memerlukan setidaknya 5.000 liter air per hari. Total, di sana terdapat delapan gang. Sehingga, setiap hari memerlukan sekitar 40 ribu liter air.

Sejauh ini, Perumda Tirta Kanjuruhan sudah melakukan dropping air ke sana. Namun, hanya pada hari-hari tertentu. Itu pun hanya tiga tangki, yang per tangkinya berisi sekitar 4.000 liter. Terakhir, pada Minggu lalu (2/7), Perumda Tirta Kanjuruhan menggelontorkan dua unit tangki yang masing-masing tangkinya berkapasitas 4.000 liter. Sebanyak 50 KK memanfaatkan suplai air tersebut.

Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang juga sempat mengirim tangki air ke sana. ”Kami mengirim hanya dua hari. Jumat (30/6) dan Minggu (2/7) saja,” ujar Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Penanggulangan Bencana (PB) PMI Kabupaten Malang Mohammad Yunus. Per hari, PMI Kabupaten Malang mengirim 20 ribu liter air bersih.

”Mulai hari ini (kemarin), kami sudah tidak mengirim lagi. Karena pompa HIPPAM milik Desa Dengkol sudah beroperasi,” kata Yunus. Dia juga menyampaikan, jika ada permintaan air bersih di Kabupaten Malang, sudah pasti pihaknya akan melayani. Mereka hanya perlu berkirim surat permintaan ke Markas PMI Kabupaten Malang. (yun/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#krisis air #hippam