BATU – Sejumlah SMA swasta di Kota Batu perlu mendapat perhatian dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Pasalnya, SMA swasta kini waswas jika sampai tak mendapatkan siswa baru. Apalagi, jika sampai minim siswa dalam tahun pelajaran 2023/2024 mendatang.
Kepala SMA Islam Kota Batu Ikhwan Hariono SM menyampaikan, saat ini pihak sekolah sedang menanti siswa baru. Ibaratnya, siswa yang tidak diterima di SMAN bisa beralih ke sekolah swasta.
"Kami sedang menunggu proses PPDB SMAN-SMKN benar-benar selesai. Ya, karena hanya itulah harapan kami untuk bisa mendapatkan siswa baru," terangnya.
Ikhwan menerangkan, hingga (4/7) baru ada 28 siswa yang tercatat dalam data SMA Islam Kota Batu. Akan tetapi, masih ada penambahan dan beberapa hal yang harus direkap. "Kuota SMA Islam tahun ini 100 siswa. Tahun sebelumnya pun sama. Tidak ada penambahan," bebernya.
Sebenarnya pihak sekolah ingin menambah kuota siswa. Kendalanya ada di ruang kelas yang terbatas. "Meski belum ada penambahan kuota, tapi kami beruntung siswa yang bersekolah di SMA Islam Kota Batu termasuk yang banyak atletnya," kata Ikhwan.
Menurut dia, SMA Islam Kota Batu telah bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sehingga, atlet-atlet berprestasi minimal tingkat kota atau kabupaten ada jalur khususnya untuk masuk ke UMM.
Disinggung soal perhatian Pemerintah Kota Batu terhadap SMA swasta, dia mengatakan selama ini sudah cukup baik. Dia juga mengakui jika lulusan SMP di Kota Batu tergolong sedikit dan diperebutkan banyak sekolah. "Kami berharap sekolah negeri jangan membuka kelas lagi. Agar kami masih mendapatkan siswa," ungkap Ikhwan. Akhirnya, SMA Islam Kota Batu nantinya akan membuka pendaftaran-daftar ulang sampai data pokok pendidikan (Dapodik) ditutup.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN-MAN hingga SMA-MA swasta se-Kota Batu Anto Dwi Cahyono SPd MM mengatakan, penyebab SMA atau MA swasta minim murid baru adalah proses PPDB belum sepenuhnya selesai.
"Memang rata-rata siswa cenderung memilih yang negeri. Lalu, SMK kan berakhirnya baru 6-8 Juli 2023," katanya melalui sambungan telepon.
Menurut Anto, penyebab lainnya pendaftar di SMA swasta minim karena lulusan SMP sedikit atau siswa SMP banyak yang memilih bersekolah di Kota Malang dan sebagainya. "Nah, kalau soal penambahan rombongan belajar (rombel), SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Batu tidak ada penambahan kelas. Sedangkan, SMAN 3 Kota Batu memang ada penambahan rombel," ujarnya.
Meskipun ada penambahan rombel, pihaknya memastikan kondisi minim siswa dalam SMA atau MA swasta disebabkan oleh jumlah lulusan yang sedikit.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Batu di SMA Islam Kota Batu di Jalan Mustari Nomor 7, Kelurahan Ngaglik, Selasa (4/7) misalnya, tampak beberapa siswa bersama orang tuanya yang melakukan proses daftar ulang. Setelah melengkapi dokumen untuk arsip sekolah, peserta didik baru yang bersangkutan dimohon untuk mengambil seragam hingga atribut. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah