Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Batu Diselimuti Kabut Tebal

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 8 Juli 2023 | 21:00 WIB
Kendaraan di Jalan Raya Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mayoritas menyalakan lampu lantaran pandangan terhalang kabut tebal, kemarin (7/7)
Kendaraan di Jalan Raya Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mayoritas menyalakan lampu lantaran pandangan terhalang kabut tebal, kemarin (7/7)

KOTA BATU — Kemarin (7/7), Kota Batu berselimut kabut tebal. Para pengendara yang melintas di beberapa jalan mengurangi laju kendaraannya lantaran pandangan mata terhalang kabut.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di sepanjang Jalan Raya Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mayoritas pengendara mengurangi laju kendaraan. Umumnya mereka menyalakan lampu untuk menerangi jalan, sekaligus menjadi penanda agar tidak tertabrak kendaraan lain dari belakang atau arah berlawanan. Namun kabut tebal muncul sejak pukul 14.00 tersebut mulai berkurang sekitar pukul 16.00.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur Meilani memaparkan, kabut yang menyelimuti Kota Batu merupakan hal biasa. Sebab, lanjutnya, kabut dapat terbentuk di tempat yang tinggi. ”Saat angin lembah berembus ke arah yang lebih tinggi, maka akan mendorong lapisan udara hangat naik ke atas, sehingga memicu terbentuknya kabut,” terang Meilani, kemarin (7/7).

Saat udara naik, maka suhunya akan turun. Sebab semakin tinggi suatu daerah, suhu udara akan semakin rendah. Selain itu, saat mencapai titik embunnya proses kondensasi (perubahan fase uap air menjadi cair) kembali terjadi, maka terbentuk lah kabut. ”Jadi, kabut tebal pun kemungkinannya bisa terjadi saat sore atau malam hari. Semuanya tergantung arah angin,” bebernya.

Sedangkan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan memaparkan, beberapa daerah di Jatim akan dilanda cuaca ekstrem, tidak menutup kemungkinan Malang Raya.

Hal itu terjadi akibat gangguan atmosfer. Cuaca ekstrem berlangsung kemarin (7/7) hingga 13 Juli nanti. "Sekarang ini pola angin di Jatim dominan dari arah Timur hingga Tenggara. Sehingga potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem. Misalnya hujan disertai petir dan angin kencang sesaat," terang Taufiq.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada ketika dilanda cuaca ekstrem. "Cuaca ekstrem dapat mengakibatkan hujan lebat, tanah longsor, angin puting beliung, hujan es, kabut tebal, dan sebagainya," paparnya. (ifa/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kota Batu #kabut