Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mensos Risma Siapkan Klinik Usaha untuk Penerima PENA

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 14 Agustus 2023 | 18:10 WIB
Mensos Tri Rismaharini memberikan sambutan dalam acara peresmian Klinik Usaha PENA dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara di Pakisaji Kabupaten Malang, Sabtu, (12/8).
Mensos Tri Rismaharini memberikan sambutan dalam acara peresmian Klinik Usaha PENA dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara di Pakisaji Kabupaten Malang, Sabtu, (12/8).

MALANG - Penanganan kemiskinan ekstrem melalui Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), semakin lengkap. Selain mendapatkan bantuan usaha, Kementerian Sosial juga menyiapkan bimbingan usaha, yang disebut dengan Klinik Usaha PENA.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, Klinik Usaha PENA merupakan tempat konsultasi bagi penerima manfaat PENA dalam mengembangkan usaha. Klinik ini dibentuk untuk membantu para pelaku usa ha, khususnya PENA, agar dapat menaikkan nilai produknya.

Risma, sapaannya, menambahkan, peningkatan nilai produk dapat dilakukan dari sisi kualitas, perizinan dan pengemasan. ”Dan yang paling penting adalah pengelolaan keuangan,” kata Risma saat Peresmian Klinik Usaha PENA dan Peluncuran Tata Rupa Nusantara di Pakisaji Kabupaten Malang, Sabtu, (12/8).

Untuk keperluan itu, Kemensos menggandeng Tata Rupa Nusantara, yakni volunteer yang terdiri dari muda-mudi yang membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. Misalnya untuk rebranding produk dengan mendesain kemasan lebih menarik dan membuat merek yang sesuai dengan ciri produk.

Peningkatan nilai produk juga terkait dengan pentingnya lisensi usaha dan mematenkan merek usaha. ”Kalau produknya lebih banyak tetapi merek belum berizin, merek itu bisa diambil orang lain. Akibatnya tidak bisa jualan lagi. Itu penting. Banyak yang kejadian seperti itu,” kata Risma.

Dia berharap para KPM PENA dapat naik kelas dan mem persiapkan masa depan yang lebih baik bagi putra-putrinya sekaligus mempersiapkan bekal masa tua. Untuk memastikan usaha KPM PENA berkembang, Kemensos juga melakukan penguatan literasi. Hal ini penting dilakukan karena target PENA adalah ibu rumah tangga.

Sehari-hari, kebanyakan ibu rumah tangga tidak terliterasi bagaimana mengelola keuangan usaha. ”Mereka (KPM PENA) berangkat dari ibu rumah tangga dan sebagainya. Untuk menaikkan taraf hidup, harus kita ajari bagaimana menaikkan nilai produknya,” ujar Menteri Sosial.

Peningkatan nilai produk dapat dilakukan dari sisi kualitas, perizinan dan pengemasan. ”Dan yang paling penting adalah pengelolaan keuangan,” imbuhnya. Dihadiri oleh 100 penerima manfaat PENA Kementerian Sosial, acara diawali dengan literasi keuangan dari OJK.

Pada sesi itu, peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara mengelola keuangan, pengetahuan tentang inflasi, hingga investasi. Selain kepada penerima manfaat, literasi keuangan juga disampaikan kepada para pendamping PKH dan TKSK di Malang Raya.

Para pendamping itu nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Kementerian Sosial dalam memberikan edukasi kepada KPM PENA, baik tentang permodalan, pengelolaan keuangan, hingga memberikan saran investasi keuangan mereka ke lembaga yang legal dan logis untuk bekal masa pensiun.

Risma mengungkapkan, tak jarang dirinya bertemu dengan masyarakat yang sebetulnya sudah sejahtera dengan memiliki usaha. Namun karena tidak mampu mengelola keuangan, mereka harus mengalami kondisi sulit, bahkan harus berhadap dari bantuan sosial. Menurut Mensos, salah satu penyebab hal itu terjadi adalah rendahnya literasi keuangan.

”Dulu mereka bahkan rumahnya itu bagus-bagus saya temukan di beberapa tempat. Tapi kemudian mereka minta bansos. Nah saya enggak mau begitu,” kata Risma. Maka dari itu, dia berharap, pada saat pendapatan mereka meningkat, harus ada manajemen pengelolaan keuangan untuk masa tuanya dan pendidikan anak.

Penguatan literasi keuangan dan pengelolaan investasi akan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan bagi KPM PENA. Pada tahap awal, Kemensos menggelar program PENA TV dan bekerja sama dengan OJK dalam pengelolaan keuangan. ”Nanti ke depan (akan diberikan pelatihan tentang) bagaimana berinvestasi. Bagaimana, misalkan, dia butuh modal diajarkan supaya mereka tidak tertipu,” kata dia. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#risma #Mensos