Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ali Rifki Koordinator Presidium, Dapat Amanah Rangkul Seluruh Aremania

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 3 Juni 2024 | 17:14 WIB
Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki (kanan) bersama 6 anggotanya mendengarkan aspirasi dari para korwil dan komunitas kemarin (2/6).
Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki (kanan) bersama 6 anggotanya mendengarkan aspirasi dari para korwil dan komunitas kemarin (2/6).

MALANG KOTA- Musyawarah Nasional (Munas) Aremania Utas berlangsung hingga kemarin (2/6).

Pada agenda hari terakhir itu, presidium menggelar rapat bersama koordinator wilayah (korwil) dan komunitas Aremania.

Salah satu hasilnya meminta presidium mampu merangkul seluruh Aremania.

Anggota Tim Sembilan Dadang Indarto mengatakan, pada rapat bersama kemarin juga dilakukan penyusunan AD/ART.

Beberapa poin dirumuskan.

Antara lain, meminta presidium mampu membawa amanah korwil maupun komunitas.

Presidium juga diminta tidak membawa Aremania ke dalam politik praktis.

”Susunan AD/ART itu akan digodok lagi bersama presidium terpilih,” kata dia.

Di samping penyusunan AD/ ART juga dilakukan penetapan tiga dewan.

Yakni dewan etik, dewan pelindung, dan dewan pakar.

Komposisi tiga dewan itu diambil dari Tim Sembilan dan Formatur.

”Salah satu yang sudah pasti adalah Anjar Nawan Yuski. Kebetulan dia menjadi legal dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan,” jelas Dadang.

Kemudian juga ada nama Anas Firman Adi.

Dia dikenal sebagai konsultan sekaligus pendiri Kantor Hukum NMC Kota Malang.

”Kami merasa beliau cocok karena masih muda, pimpinan kantor hukum, serta sosok yang organisatoris,” imbuh Dadang.

Ditanya terkait program kerja untuk 100 hari ke depan, Dadang menyebut Tim Sembilan tidak bisa mengintervensi presidium dan pengurus terpilih.

Mereka hanya berpegangan pada AD/ART.

 Namun, salah satu yang menjadi prioritas bersama adalah memperhatikan perkembangan kondisi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Pihaknya ingin mencoba memulai lagi pengungkapan misteri yang sempat terhenti terkait apa, siapa, dan bagaimana penyebab dari tragedi tersebut.

Masih di tempat yang sama, Pendiri Aremania Korwil Cilegon Imam Syafi’i mengatakan, melalui munas mereka ingin Aremania memiliki legalitas.

Sebab, sebagian besar Aremania di tanah rantau tidak hanya membawa nama Aremania atas nama sepak bola.

Tapi juga kebudayaan hingga pariwisata.

”Kami ingin wadah yang baru bisa menjadi sarana koordinasi yang bertanggung jawab,” ucap Imam.

Setelah munas, dia berharap presidium terpilih melakukan perbaikan atau melengkapi aspek yang belum ada.

Korwil lain asal Priok Feri Setiono berharap setelah munas tidak ada lagi gap di antara Aremania.

Bagi mereka yang berada di tanah rantau, hal yang ditekankan adalah silaturahmi.

”Bentuk silaturahmi terbesar ya di stadion. Meskipun kami tidak saling kenal, tapi saat di stadion kami sering berkomunikasi,” terang pendiri Korwil Priok 25 tahun lalu itu.

Karena silaturahmi itu pula, pihaknya bisa merasakan ketidakadilan dalam penanganan Tragedi Kanjuruhan.

Sikap PSSI yang sudah datang ke keluarga korban pun masih dinilai kurang.

”Karena keluarga korban merasakan ketidakadilan, kami berharap semua terus memperjuangkan keadilan,” pungkasnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Ali Rifki #presidium aremania