MALANG - Kemacetan terbukti terjadi pada karnaval di Malang Raya pada akhir pekan awal Agustus 2024 lalu.
Jalur menuju pusat wisata Malang Raya, Kota Batu macet dari pagi sampai malam karena ada jadwal karnaval 1000 bantengan.
Pekan ini, ada pula jadwal karnaval, yang salah satunya berada di dekat jalur Kota Malang menuju Kota Batu.
Karnaval Desa Klandungan Kecamatan Dau.
Jika kemacetan akhir pekan pada awal Agustus terjadi di Kota Batu, maka potensi macet tengah pekan ada di jalan raya Kota Malang ke Kota Batu.
Tepatnya, di jalur Desa Klandungan atau Landungsari, Kecamatan Dau.
Dari informasi yang dihimpun, Desa Klandungan bakal menghelat karnaval pada tengah pekan, tepatnya Kamis 8 Agustus 2024.
Jalur Klandungan diketahui sebagai jalan alternatif selain Jalan Raya Tlogomas yang merupakan pilihan utama untuk menuju Kota Batu.
Namun, selain pengguna jalan Kota Malang-Kota Batu, kawasan Klandungan Dau juga merupakan permukiman padat mahasiswa.
Lalu lalang kendaraan sudah menjadi makanan sehari-hari para pengguna jalan di situ.
Bagi pengguna jalan yang tidak ingin terjebak macet di jalur Tlogomas dan Klandungan, maka disarankan mengambil jalur lain.
Misalnya, memilih jalur Jalan Raya Dieng yang bisa tembus ke Gadingkulon Dau dan Tlekung Kota Batu.
Bisa juga memilih jalur Tegalgondo belakang UMM dan tembus Pendem, bisa dilalui lewat simpang lima Jalan Saxofone Jatimulyo Kota Malang.
Selain Dau, ada pula karnaval di dua desa lain Kabupaten Malang.
Karnaval Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung
Pada akhir pekan, Desa Ternyang Sumberpucung bakal menggelar karnaval.
Berdasarkan info dari Instagram Prima Smart, karnaval tersebut berlangsung pada Sabtu 10 Agustus 2024.
Dari sisi jalur, Desa Ternyang tidak dilintasi jalan provinsi Kepanjen-Sumberpucung menuju perbatasan dengan Kabupaten Blitar.
Sehingga, potensi kemacetan jauh lebih rendah daripada Desa Klandungan Dau yang berimpitan dengan jalur provinsi Tlogomas Kota Malang-Mulyoagung Dau.
Karnaval Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran
Pada hari yang sama, yaitu Sabtu 10 Agustus 2024, Desa Clumprit dijadwalkan menghelat karnaval desa.
Posisi geografis desa berimpitan dengan jalur kabupaten dari Gondanglegi menuju Bantur.
Sehingga, pengguna jalan yang hendak melintas diharapkan memperhitungkan potensi kemacetan di jalur selatan tersebut.
HUT AREMA 11 AGUSTUS 2024
Tepat hari Minggu, 11 Agustus 2024, klub sepakbola Arema merayakan ulang tahun.
Secara resmi, polisi se-Malang Raya selalu melarang adanya konvoi suporter di jalan-jalan pada 11 Agustus 2024.
Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada yang menabrak larangan dan melakukan konvoi di jalanan.
Apalagi, Arema FC baru saja memenangkan Piala Presiden 2024.
Animo tinggi terhadap prestasi klub Singo Edan bisa mendorong suporter untuk tetap konvoi pada 11 Agustus 2024.
Sehingga, pengguna jalan diharap tetap waspada terhadap potensi kemacetan dan hambatan selama perjalanan di wilayah Malang pada 11 Agustus.
Karnaval Desa Junrejo Kota Batu
Pada 11 Agustus 2024, dijadwalkan ada karnaval Desa Junrejo Kota Batu.
Posisi geografis desa berimpitan dengan jalur provinsi menuju Kota Batu.
Desa Junrejo juga dilintasi jalan kota, tepatnya Jalan Hasanuddin yang membelah desa.
Sehingga, pengguna jalan yang hendak ke Kota Batu lewat Junrejo diharap mengantisipasi potensi kemacetan.
Karnaval Desa Kaumsong, Kecamatan Ngantang
Desa Kaumsong, Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang menggelar karnaval pada 11 Agustus 2024.
Secara geografis, ada satu segmen jalan provinsi yang masuk wilayah Desa Kaumsong.
Sehingga, pengguna jalan yang hendak menuju Kandangan Kabupaten Kediri atau Kecamatan Kasembon diharap mengantisipasi potensi kemacetan.
Karnaval Dusun Bendungan, Landungsari Kecamatan Dau
Setelah karnaval di Desa Klandungan Landungsari Dau pada Kamis 8 Agustus, Dusun Bendungan (Landungsari) dijadwalkan bikin karnaval juga.
Tepatnya pada 11 Agustus 2024, hari Minggu.
Karena wilayah Landungsari memang berada di wilayah geografis jalur provinsi Kota Malang-Kota Batu, pengguna jalan wajib mengantisipasi potensi kemacetan pada hari tersebut.
Diharapkan pengguna jalan tetap mengantisipasi adanya kemacetan dari karnaval yang belum tercatat dalam jdawal.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana