Radar Malang - Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Politeknik Negeri Malang (Polinema) bukan sekadar rutinitas menyambut mahasiswa baru. Di balik suara peluit dan barisan rapi, ada misi yang lebih besar, membangkitkan lagi semangat disiplin dan mental tangguh di kalangan mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah.
Danki Budi S, salah satu pelatih mahasiswa Polinema dari Dodikjur Rindam V/Brawijaya, menyebut kerja sama dengan Polinema sudah terjalin sejak empat tahun lalu. Menurut budi, setiap tahun, ribuan mahasiswa baru datang dengan latar belakang berbeda. Banyak di antaranya baru lulus SMA dan terbiasa di rumah dengan jadwal santai.
“Mahasiswa ini adalah generasi muda harapan bangsa 10-20 mendatang, oleh karena itu kita harus melatih mahasiswa ini agar menjadi disiplin dan berani,” ujar Budi saat diwawancarai pada Rabu (23/7) lalu.
Selama empat hari tiga malam, mahasiswa baru harus bangun dini hari, senam pagi, makan cepat, baris-berbaris, pelatihan tata upacara militer, hingga latihan kerja sama tim. Semua itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi membentuk pola pikir baru.
“Kalau di dunia pendidikan ada guru dosen, yang bertanggung jawab untuk pengetahuan umum mereka. Kalau di sini, kita yang melatih mental anak anak ini agar hidupnya lebih teratur, disiplin, waktunya malam ya istirahat, waktunya makan ya makan,” jelasnya.
Menurut Budi, metode ala militer memang sengaja diterapkan agar mahasiswa belajar tegas pada diri sendiri. “Anak jaman sekarang banyak yang pola hidupnya berantakan, waktunya makan ga makan, waktunya istirahat malah ga tidur, nah ini yang harus kita luruskan kembali. Itu yang tujuan kita mau memberi wadah untuk LDK Polinema ini,” katanya.
Bukan hanya fisik yang diuji, mental juga ditempa. Tantangannya, setiap mahasiswa punya kondisi fisik yang berbeda. Ada yang kuat, ada yang gampang kelelahan. Tugas pelatih TNI adalah menyeimbangkan latihan supaya semua tetap aman tapi mentalnya terbentuk.
Selain sikap disiplin, Budi juga menyatakan bahwa kerja sama Polinema dan Rindam V/Brawijaya ini memiliki tujuan lain. Di antaranya adalah: Menumbuhkan watak dan karakter pemimpin, Memiliki wawasan kebangsaan, dan Menumbuhkan sikap bela negara.
“Seperti yang kita tau, generasi sekarang sudah mulai melupakan perjuangan pahlawan pahlawan yang telah gugur, jadi kami ingin mahasiswa Polinema ini tetap bisa mengenang dan tau betul sejarah dan perjuangan pahlawan terdahulu” tutup Budi.
Budi berharap kerja sama dengan Polinema bisa terus berlanjut. Ia mengungkapkan bahwa Dodikjur Rindam V/Brawijaya siap menjadi wahana pencetak karakter generasi muda yang siap memimpin bangsa. Bagi TNI, mendampingi mahasiswa membangun jiwa nasionalismenya bukan sekadar tugas, tapi bagian dari pengabdian. (alf)
Editor : A. Nugroho