KABUPATEN – Penyidikan kasus pembunuhan yang berlanjut bunuh diri di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengungkap fakta baru. Tragedi itu dilatarbelakangi masalah ekonomi keluarga dan dugaan adanya orang ketiga. Sembari penyidikan terus berjalan, polisi juga mengupayakan pendampingan kepada anak-anak korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, Arik Wicaksono, 41, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di rumahnya pada 22 Juli lalu. Pada saat yang sama, sang istri, Iin Handayani, 39, ditemukan terluka parah dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya. Iin akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Hasil penyidikan mengarah pada dugaan pembunuhan oleh Arik, kemudian dia melakukan bunuh diri.
Kapolsek Lawang Moch Lutfi menjelaskan indikasi pelaku pembunuhan sangat kuat mengarah pada Arik. Sebab, pagi itu hanya ada Arik dan Iin di dalam rumah. Kemudian juga banyak kesaksian yang menyebut adanya perselisihan di antara pasangan suami istri itu. "Informasi ini didapat setelah adanya pemeriksaan kepada anak korban," kata Lutfi.
Menurut Lutfi, perselisihan atau cekcok itu dilatarbelakangi dua hal. Yakni masalah ekonomi dan dugaan perselingkuhan. Untuk masalah ekonomi, Arik disebut ogah mencari nafkah. Jika disuruh bekerja oleh istrinya, dia selalu menghindar dengan berbagai alasan.
Misalnya, Arik pernah beralasan hendak berangkat ke Kalimantan sebagai pekerja proyek. Dia kemudian meminta uang saku kepada istrinya untuk berangkat. ”Tetapi dua sampai tiga hari berikutnya sudah kembali ke rumah," jelas Lutfi.
Sebelum terjadi pembunuhan, Arik sempat hendak meminjam motor milik. Tapi Iin menolak. Dia khawatir motor tersebut maupun Arik tidak kembali.
Pasutri tersebut juga sering cekcok lantaran ada dugaan orang ketiga. Iin menduga suaminya itu memiliki perempuan lain di luar rumah. "Itu pengakuan dari saksi yang diperiksa terkait perselisihan di antara keduanya," jelas Lutfi.
Terkait penanganan ke depan, polisi sedang mengupayakan pendampingan psikologis untuk kedua anak korban. Diketahui, pasangan suami istri itu meninggalkan dua anak yang masih di bawah umur. ”Bersama Muspika, kami sedang merumuskan bentuk pendampingan yang akan dilakukan," tambah Lutfi. (yad/fat)
Editor : A. Nugroho