Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tarik Minat Pengunjung, Semar Tempo Doeloe Hadirkan Dua Segmen

A. Nugroho • Minggu, 3 Agustus 2025 | 21:01 WIB
TAHUN KEDUA: Sejumlah warga RW 02, Kelurahan Arjosari, Blimbing berpose di pintu masuk event Semar Tempoe Doeloe 2.
TAHUN KEDUA: Sejumlah warga RW 02, Kelurahan Arjosari, Blimbing berpose di pintu masuk event Semar Tempoe Doeloe 2.

RADAR MALANG — Enam hari lamanya acara Semar Tempoe Doeloe 2 digelar. Dimulai pada 21 sampai 27 Juli lalu, adalah warga RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing yang menginisiasinya. Seperti namanya, tahun ini adalah tahun kedua event itu digelar. 

 

Untuk mengakomodir beragamnya latar belakang pengunjung, warga di sana sengaja membagi event ke dalam dua segmen khusus. Yakni segmen tradisional dan kekinian. ”Terutama di segmen makanan, kami bagi jalanan kampung sepanjang 150 meter khusus untuk makanan-makanan tempoe doeloe,” ujar Ibnu Taufiq, Ketua RW 02, Kelurahan Arjosari. 

 

Sementara jalan sepanjang 150 meter selanjutnya untuk makanan-makanan modern. Itu dilakukan untuk memperluas segmen pengunjung yang datang. Menurut dia, segmen jajanan tempoe doeloe yang berlokasi di RT 6 banyak diminati kaum-kaum lansia. Sebab mereka ingin bernostalgia dengan jajanan atau permainan zaman dulu. 

 

Tak sedikit pula kaum muda yang melirik segmen tempoe doeloe. 

”Jadi kalau tidak dipancing dengan jajanan modern tentu anak-anak muda kurang tertarik (datang),” tambah Tauqif. Dia menyadari keputusan itu berpotensi melunturkan suasana tempo dulu yang ingin dibangun. 

 

Karena itu, suasana di segmen tradisional dibuat semirip mungkin dengan zaman dulu. Detail kecil seperti halaman rumah warga yang diberi lampu kuning sangat diperhatikan. Itu karena Taufiq ingin menghadirkan kesan remang-remang zaman dulu yang belum banyak lampu. Berbagai barang antik, transportasi tradisional seperti cikar, hingga kesenian seperti mengamen dengan alat tradisional dan bantengan juga hadir untuk menambah suasana.

 

”Akibatnya memang suasana zaman dulunya kalah menarik daripada segmen kuliner kekinian,” paparnya. Poin evaluasi itu bakal diperbaiki tahun depan. Mereka akan memperluas segmen tradisional. Serta menambah jenis jajanan tempo dulu yang masih terbatas tahun ini.

 

Trik menarik pengunjung lewat mengombinasikan dengan makanan kekinian juga dilakukan penyelenggara Malang Djadoel 2. Event tahunan yang digelar di Taman Krida Budaya, Kecamatan Lowokwaru pada 30 Juni hingga 6 Juli itu mengizinkan 60 persen tenant diisi makanan modern. Dalam sehari ada 6.000-an pengunjung yang hadir.

 

”Kalau suasana tempo doeloe bisa dihadirkan lewat hal lain, tidak hanya makanan,” ujar Billy Andi Kurniawan, Ketua Pelaksana Malang Djadoel. Dia mengakali tampilan tempo dulu dari barang-barang antik dan transportasi zaman dulu. Sebab, menurut dia, jika event tempo dulu sepenuhnya diisi jajanan tradisional akan mengurangi segmen pengunjung yang datang. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Tempo Doeloe #semar #malang