RADAR MALANG – Musim panen yang seharusnya menjadi sebuah moment penuh harapan, justru berubah menjadi sebuah kegelisahan bagi pada petani jeruk, terutama di Kecamatan Dau, Malang. Semakin sulit dikendalikan, serangan hama membuat banyak buah rusak sebelum waktunya dipetik. Kondisi ini memicu kekhawatiran yang mendalam bagi mereka, karena hama memiliki potensi memperngaruhi tumbuh kembang dari jeruk itu sendiri.
“Hama sangat mempengaruhi tumbuh kembang jeruk, dari yang biasanya bisa panen sampai 1 ton per tahun, tapi tahun ini kami hanya dapat ¼ ton aja.” Ujiar Jumaat Selasa (9/9).
Ia mengaku juga, kondisi seperti ini sangat berat karena biaya perawatan kebun sangat mahal, sementara hasil panen terus menerus menurun. “Biaya rawatnya mahal mbak, tapi hasil panen ngga bisa mencukupi.” Ujar Jumaat lagi.
untuk hama, Jumaat menjelaskan yang paling sering menyerang kebun jeruk miliknya adalah jamur dan lalat buah, kedua hama ini biasanya menyerang buah ketika sedang proses matang dari yang warna hijau ke warna kuning. Kondisi ini sangat merusak kulitas buah, sehingga nantinya tidak bisa dijual dipasaran.
“Biasanya mereka nyerang jeruk yang warnanya hijau mau menguning, jadi tumbuh kembang jeruknya jadi terhambat berujung tidak bisa dipanen karena jeruk terlanjur rusak.” Jelasnya.
Untuk mengatasi penyerangan dari hama yang semakin meluas, petani terpaksa harus melakukan penyemprotan kebun secara rutin. “Biasanya saya semprot itu minimal 10x sehari atau 1 minggu sekali, karena lalat buahkan terbang ya mbak, jadi harus rutin nyemprotnya.” Jelasnya lagi.
Cara ini tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar, mulai dari obat untuk jamur hingga obat hama. Selain biaya obat-obatan, para petani juga perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk menjaga kebun mereka agar tetap aman dari serangan hama. Apalagi untuk harga obat hama dan jamur sendiri pastinya mengalami kenaikan harga tiap tahunnya.
Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan kualitas jeruk akan semakin merosot di pasaraan. Tidak hanya berdampak pada pendapatan petani sendiri, tapi juga bisa mempengaruhi daya saing jeruk lokal terhadap jeruk luar. (ly)
Editor : A. Nugroho