Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kamus Malangan: Dremulen

A. Nugroho • Sabtu, 1 November 2025 | 17:49 WIB
LINGUA FRANCA : ”Ayo naik dremulen nang Alun-Alun Batu, engko tak bayari Sam”
LINGUA FRANCA : ”Ayo naik dremulen nang Alun-Alun Batu, engko tak bayari Sam”

Dremulen

Pengaruh kolonialisme masih terasa hingga sekarang. Setidaknya bagi warga Bumi Arema yang hidup sejak masa penjajahan Belanda.

Dulu, mereka tidak asing dengan istilah ”dremulen”. Kata tersebut merupakan salah satu bahasa Malangan yang diserap dari Bahasa Belanda.

Diksi ”dremulen” terdiri atas dua suku kata. Draai yang berarti bermain dan molen adalah kincir. Jika digabungkan menjadi permainan yang bergerak seperti kincir angin.

"Penggunaan kata dremulen ini bermula dari wahana yang ada di pasar rakyat atau taman hiburan rakyat.

Zaman sekarang dremulen juga hadir di tempat wisata modern, tetapi sebutannya bianglala," jelas Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati.

Seiring perkembangan zaman, lanjut Restu, dremulen sudah jarang digunakan oleh anak muda zaman sekarang.

Utamanya untuk Gen-Z. Sebab mereka lebih umum menggunakan kata ”bianglala”. (adk)

Editor : A. Nugroho
#kamus malangan