MALANG - Bagi Septina Indah, menghabiskan akhir pekan tidak harus selalu di kafe. Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) itu justru memilih duduk di meja kerja beralaskan tanah liat mengikuti workshop keramik.
Tren mengikuti workshop membuat keramik memang tengah tumbuh di kota ini. Kegiatan yang dulu lebih dekat dengan dunia kriya kini berkembang menjadi ruang berhenti sejenak dari rutinitas akademik. Di Matahati Ceramics, peserta yang datang sebagian besar adalah mahasiswa yang ingin mencoba aktivitas kreatif tanpa tekanan.
Septina termasuk di antaranya. Bersama dua temannya, ia mendatangi workshop setelah melihat informasi di media sosial. ”Tahunya dari Instagram. Setelah cari informasi, akhirnya memutuskan daftar,” ujarnya.
Meski terlihat sederhana, prosesnya membuat pikiran lebih terfokus. Saat tanah liat mulai dibentuk, ia merasa lebih tenang. Ketika memasuki tahap menghias, kreativitasnya ikut terlibat meski baru pertama kali mencoba. Aktivitas yang memadukan konsentrasi dan sentuhan manual itu membuatnya betah berlama-lama di meja kerja.
Suasana kelas yang santai membuat proses belajarnya terasa mudah dipahami. Interaksi antara pengajar dan peserta berlangsung cair, tanpa jarak yang membuat ragu bertanya. Pendekatan ini memberi ruang bagi peserta pemula seperti Septina untuk mencoba tanpa takut melakukan kesalahan.
Baginya, pengalaman paling berkesan datang ketika mengetahui bahwa hasil kerjanya bisa dibawa pulang setelah tahap finishing selesai. Benda kecil yang ia bentuk itu menjadi penanda awal dari kegiatannya bereksperimen di luar rutinitas kampus.
Pertemuan dengan peserta lain juga menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Septina bertemu beberapa mahasiswa UB dari fakultas berbeda yang sama-sama memilih workshop keramik sebagai cara melepas penat di akhir pekan. Obrolan singkat di sela proses membuat suasana kelas terasa lebih akrab.
Karena pengalaman itu terasa menyenangkan, Septina berencana kembali mengikuti workshop serupa dan ingin mengajak lebih banyak temannya. ”Seru, bisa sambil ngobrol bareng temen dan kenalan sama orang baru juga,” katanya. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho