MALANG RAYA - Banyak kabar bus yang terlibat insiden dalam beberapa hari terakhir. Termasuk Bus Trans Jatim yang diberitakan melaju secara ugal-ugalan pada 19 Januari lalu. Untuk mengantisipasi insiden di jalan raya, seluruh sopir Bus Trans Jatim di 8 koridor bakal mendapat pelatihan.
Di Malang Raya, total ada 30 sopir bus yang akan mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Sarana Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro, Malang Raya atau Koridor VIII mendapat jatah pelatihan paling akhir.
”Karena sejak beroperasi pada 20 November 2025, belum ada aduan mengenai sopir yang ugal-ugalan di Malang,” kata Cito. Sejauh ini, para sopir mengemudi secara tertib. Cito melanjutkan, tahap awal pelatihan diberikan kepada sopir-sopir dari tiga koridor.
Yakni koridor IV yang menghubungkan Terminal Bunder (Gresik) dan Terminal Paciran (Lamongan). Lalu koridor III yang menghubungkan Terminal Kertajaya (Mojokerto) dan Terminal Bunder (Gresik). Satu lagi koridor V yang menghubungkan rute Terminal Purabaya ke Terminal Bangkalan.
”Di tiga koridor itu paling banyak aduan mengenai sopir dari masyarakat,” sebut Cito. Dia memastikan pada 2026, seluruh sopir dari delapan koridor rampung mendapat pelatihan. Pelatihan yang diberikan meliputi tata cara menyalip, pengereman, hingga berhenti di titik henti rambu atau shelter.
Selain pelatihan, tahun 2026 ini pihaknya fokus melakukan evaluasi terhadap operasional Bus Trans Jatim di seluruh koridor. Terutama Koridor VIII Malang Raya yang belum lama ini beroperasi.
Ditanya terkait kemungkinan penambahan kapasitas di Malang Raya, Cito menyebut belum ada. Baik penambahan ritase maupun armada. ”Kalau ritasenya ditambah, otomatis kan harus menambah sopir agar tidak overload.
Namun untuk menambah ritase anggarannya tidak jauh beda dengan pengadaan satu bus,” terangnya. Sejauh ini, Cito menyebut belum ada kemungkinan penambahan. Pihaknya masih menunggu anggaran pada 2027 mendatang. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian