JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah ini diperkirakan akan memberikan penghematan anggaran negara hingga mencapai Rp5 triliun.
Kepala Badan Gizi Nasional menjelaskan bahwa penyaluran makanan bergizi untuk anak sekolah telah berakhir pada Jumat, 13 Maret 2026.
Baca Juga: Jadwal Fun Run Bali Maret 2026: Ini 5 Event Lari yang Sayang Dilewatkan
Sementara itu, untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, penyaluran terakhir dilakukan pada hari ini, Selasa (17/3/2026).
"Program makan bergizi akan kembali beroperasi secara normal pada tanggal 31 Maret 2026 malam," ujar Kepala BGN dalam keterangannya.
Selain penghematan, BGN juga mengumumkan penguatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Mengingat 93% anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah, kerja sama dengan Kejaksaan Agung hingga tingkat desa akan dilakukan guna memastikan tidak ada penyimpangan anggaran.
BGN bahkan meminta perwakilan dari Kejaksaan Agung untuk mengisi jabatan strategis di tingkat pusat, khususnya di bagian Inspektorat, untuk memperkuat fungsi audit internal.
Baca Juga: Prabowo Usulkan Pemangkasan Gaji Pejabat, Sejumlah Fraksi DPR Menyatakan Dukungan
Hingga saat ini, BGN telah menutup sementara 62 SPPG yang kedapatan menyajikan menu minimalis atau tidak sesuai standar gizi yang ditetapkan.
"Kami ingin memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra agar menggunakan uang sesuai Juknis (Petunjuk Teknis) yang ada, penutupan bisa bersifat permanen jika pelanggaran terus dilakukan," tegas pihak BGN.
Editor : Aditya Novrian