JAKARTA, RADAR MALANG - Di tengah tekanan energi dunia akibat konflik perang USA-Israel melawan Iran, Indonesia menghadapi kerawanan karena 70% kebutuhan LPG nasional masih bergantung pada impor.
Sebagai alternatif, warga di Rusunawa Bidara Cina, Jakarta mulai beralih menggunakan biogas yang bersumber dari limbah manusia sejak November 2025.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Mulai Uji Coba Sistem Prasmanan
Bagi warga yang selama ini menggunakan biogas akan mendapatkan pasokan secara gratis untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Mungkin sebagian orang berpikir jika memasakan menggunakan biogas maka aroma yang dihasilkan dari gas tersebut adalah bau.
Namun berdasarkan beberapa hasil temuan, penggunaan biogas untuk memasak memiliki kualitas api yang besar dan tidak mengeluarkan bau seperti kotoran.
Baca Juga: Hidup Mandiri Tapi Tetap Aman Finansial? Ini Hal yang Harus Dihindari Anak Kos!
Meski proyek biogas ini menjanjikan, dalam pelaksanaannya para pengguna menghadapi kendala serius seperti gas sering jika penggunaanya dilakukan secara bersamaan oleh masyarakat besar.
Selain itu berdasarkan hasil pantauan melalui CNN Indonesia, wilayah Pekayon, Ciracas memiliki permasalahan infrastruktur berupa posisi kolam yang lebih tinggi dari septic tank warga. Sehingga dampaknya gas tidak berjalan optimal.
Pemanfaatan biogas ini memerlukan evaluasi teknis dan pemberdayaan masyarakat agar tidak terbengkalai seperti proyek serupa di Petojo yang sudah ada sejak 2007 namun kini tidak beroperasi.
Editor : Aditya Novrian