Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Uji Coba Sistem Prasmanan  

N
Penulis: Nabila Amelia❯
UJI COBA: Sejumlah pelajar MIN 2 Kota Malang mengantre untuk mengambil makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk prasmanan.  
UJI COBA: Sejumlah pelajar MIN 2 Kota Malang mengantre untuk mengambil makan bergizi gratis (MBG) dalam bentuk prasmanan.  

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak hanya disajikan dalam bentuk porsi. Kemarin (2/4), Kota Malang memulai uji coba penyajian MBG secara prasmanan. Sasarannya yakni 1.300 pelajar di MIN 2 Kota Malang, Jalan Kemantren II, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. 

Uji coba dimulai sekitar pukul 09.00. Para pelajar dari kelas 1 sampai kelas 6 diarahkan menuju ke aula sekolah untuk mengambil ompreng dan makanan. Seluruh siswa berbasis dalam lima deret.

Kepala SPPG Sukun Gadang 2 Ita Herlistyawati mengatakan, menu yang disajikan dalam uji coba itu ada nasi. Lalu krecek, sayur labu siam dengan tempe, daging ayam, telur kecap, dan es buah. 

”Uji coba yang kami lakukan sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam arahannya, apabila ada sekolah yang melaksanakan halalbihalal, maka MBG-nya disediakan secara prasmanan,” jelas Ita. Selain dalam rangka halalbihalal, uji coba itu dilakukan untuk melihat apakah MBG efektif dilakukan secara prasmanan atau tidak.

Selain di MIN 2 Kota Malang, ada 255 porsi lain yang disalurkan. Penerima manfaatnya 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) yang masuk kuota. Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan mengapresiasi uji coba MBG prasmanan itu. Sebab, sekolahnya memiliki aula yang cukup luas.

Advertisement

Sebelumnya, pihaknya juga rutin mendapat MBG. Tepatnya sejak bulan Ramadan untuk porsi kering. Karena mendapat distribusi MBG, pihaknya berkomunikasi dengan orang tua. Setelah diamati, MBG yang didistribusikan cukup fresh dan porsinya sesuai.

Hanya saja, pihaknya harus menata ulang jadwal istirahat para pelajar. Sebelumnya, ada dua sesi istirahat. Yakni istirahat pertama dan kedua. Untuk MBG disajikan pada istirahat kedua. Porsinya yang disajikan di kelas masing-masing.

Sebelumnya, durasi istirahat kedua berlangsung selama 20 menit. ”Namun kami perpanjang menjadi 30 menit jika ada MBG prasmanan. Karena ada tambahan waktu 10 menit, jadwal pulangnya juga kami tambah 10 menit sehingga tidak mengurangi jam belajar,” jelas Nanang.

Sementara untuk antrean, Nanang menyebut anak-anak relatif bisa diatur. Terutama yang duduk di kelas besar karena rutin diberikan pendidikan karakter. ”Tinggal kami mengondisikan pengambilan lauk. Karena anak-anak kalau lihat lauk yang disukai kan mengambil lebih banyak,” imbuh dia.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut hadir bersama perwakilan perangkat daerah mengatakan bahwa dia sempat berdialog dengan para pelajar. Mereka mengungkapkan menu yang disajikan enak, bervariasi, dan memiliki porsi banyak.

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

25 Dapur MBG di Kota Malang Kembali Beroperasi setelah Di-Suspend

25 Dapur MBG di Kota Malang Kembali Beroperasi setelah Di-Suspend

Sebanyak 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang sempat berhenti beroperasi akibat terkena sanksi penonaktifan sementara atau suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN).

BGN Keluarkan 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan Wilayah 3T

BGN Keluarkan 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan Wilayah 3T

Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

258 SPPG Sudah Beroperasi di Malang

258 SPPG Sudah Beroperasi di Malang

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang terus bertambah. Sesuai target dari Badan Gizi Nasional (BGN) RI, jumlah dapur SPPG di Kabupaten Malang seharusnya 275 SPPG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer