KALIMANTAN TIMUR, RADAR MALANG – Demo warga Kalimantan Timur akhirnya menemui titik terang. Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur buka suara setelah diprotes dan dilanda kericuhan tepat di depan kantor Gubernur pada Selasa (21/4/2026). Pernyataan Rudy disampaikan melalui pesan video yang diunggah di akun Instagram miliknya pada Rabu (22/4/2026).
Sebelumnya, unjuk rasa dipicu karena adanya kekecewaan dan ketidakpuasan warga terhadap kebijakan pemerintah daerah dan dugaan nepotisme. Selain itu, Rudy didemo setelah kasus pengadaan kendaraan senilai 8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas dengan fasilitas mewah lain senilai 25 miliar.
Peristiwa tersebut berhasil menggugah Rudy Mas’ud untuk menanggapi protes warga.
Baca Juga: Viral! BBM Non-Subsidi Meroket, Mobil Listrik Kini Menjadi Incaran Utama Kalangan Kelas Menengah
Ia berterima kasih kepada pendemo dan TNI-Polri yang telah menjaga situasi tetap kondusif di tengah ketegangan demonstrasi. Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa dan seluruh rakyat untuk aktif mengevaluasi dan mengoreksi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara menyeluruh.
“Semoga ke depan kami dan seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja-kinerja kami ke depannya,” ujarnya.
Menurut kesaksian koordinator lapanagan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Erly Sopiansyah, mengungkap bahwa, terdapat ribuan massa unjuk rasa yang memprotes kebijakan Rudy. Sejumlah 1.500 masyarakat umum dan kurang lebih 1.000 mahasiswa, memadati kantor Gubernur dari pagi hingga petang.
Meski massa demonstrasi tidak berhasil menemui Rudy Mas’ud, seruan atas kebijakan pemerintah yang dinilai salah tetap dilayangkan. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kaltim berjanji akan menindaklanjuti tuntutan warga.
Beberapa poin tuntutan yang diajukan warga meliputi audit terkait kebijakan dan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai kurang prorakyat. Tak hanya itu, massa mendesak pemberhentian praktik KKN dan menuntut DPRD agar melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Pemda.
Merespon kritik warga, Rudy akhirnya mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp 8,49 miliar yang bersumber dari dana APBD-P 2025. Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menilai hal tersebut merupakan bukti kepekaan Gubernur terhadap aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sampaikan Penemuan Sumber Energi Gas Raksasa di Bumi Kutai
"Bapak Gubernur mencermati masukan dari Kemendagri, KPK, dan BPK. Beliau juga mendengar langsung kegelisahan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sebagai pemimpin yang memegang teguh amanah, beliau memilih untuk mengutamakan harmoni dan kepercayaan publik di atas fasilitas jabatan," ujar Faisal.
Editor : Aditya Novrian