MALANG, RADAR MALANG - Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para pekerja dalam memperjuangkan hak-hak yang adil dan layak. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal tokoh-tokoh hebat penerima gelar Pahlawan Buruh Nasional yang berjasa dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh, mulai dari tuntutan upah yang pantas, jam kerja yang manusiawi, perlindungan sosial, hingga hak kebebasan berserikat.
Di Indonesia, perjuangan kaum buruh telah melalui perjalanan panjang sejak masa kolonial. Para pekerja di sektor perkebunan, pelabuhan, hingga perkeretaapian mulai membentuk organisasi untuk memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak mereka. Seiring berjalannya waktu setelah kemerdekaan, gerakan buruh semakin berkembang dan melahirkan banyak tokoh berpengaruh yang berperan besar dalam memperjuangkan nasib para pekerja di tanah air.
Baca Juga: Prabowo Beri Taklimat Selama 3 Jam kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan
Sejumlah tokoh dikenang sebagai pahlawan buruh karena keberanian dan dedikasinya dalam memperjuangkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja. Dalam peringatan Hari Buruh 1 Mei 2022, Partai Buruh bersama sejumlah serikat pekerja memberikan gelar Pahlawan Buruh Nasional kepada beberapa sosok yang dinilai berjasa besar dalam perjuangan hak-hak buruh di Indonesia.
Tokoh-Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Buruh Nasional
1. Marsinah
Marsinah dikenal sebagai salah satu simbol penting dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Ia lahir di Nganjuk pada 10 April 1969 dan bekerja di PT Catur Putra Surya, sebuah pabrik arloji yang berada di Porong.
Dalam kesehariannya, Marsinah aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, terutama mengenai tuntutan upah minimum yang layak. Pada awal Mei 1993, ia ikut terlibat dalam aksi buruh yang menuntut kenaikan gaji sesuai aturan pemerintah daerah Jawa Timur.
Tak lama setelah aksi tersebut berlangsung, Marsinah dikabarkan menghilang. Beberapa hari kemudian, jasadnya ditemukan di wilayah Nganjuk.
Kasus ini kemudian menyita perhatian luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, dan menjadi salah satu peristiwa paling dikenal dalam sejarah ketenagakerjaan Indonesia.
Hingga kini, Marsinah dikenang sebagai aktivis buruh perempuan yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Namanya kerap disebut dalam peringatan Hari Buruh serta diabadikan melalui berbagai karya seni dan gerakan perjuangan buruh perempuan.
2. Jacob Nuwa Wea
Jacob Nuwa Wea dikenal sebagai sosok yang berhasil membawa aspirasi kaum pekerja ke ranah pemerintahan. Ia lahir di Flores Timur pada 14 April 1946.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Jacob aktif dalam organisasi serikat pekerja dan pernah memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sebagai ketua. Kariernya kemudian berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2001 hingga 2004.
Pada masa kepemimpinannya, lahir Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menjadi salah satu tonggak penting dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. Aturan tersebut mengatur hubungan industrial, mulai dari hak pekerja, kewajiban pengusaha, hingga mekanisme penyelesaian perselisihan kerja.
Selain itu, Jacob juga aktif mendorong terciptanya dialog antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha demi menjaga stabilitas dunia kerja di tengah perkembangan ekonomi nasional.
Jacob Nuwa Wea meninggal dunia pada 9 April 2016. Hingga kini, kontribusinya dikenang sebagai jembatan yang menghubungkan gerakan buruh dengan kebijakan negara.
3. Muchtar Pakpahan
Muchtar Pakpahan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan gerakan buruh modern di Indonesia. Ia lahir di Sumatera Utara pada 21 Desember 1953.
Namanya mulai dikenal luas setelah mendirikan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) pada 1992, di tengah terbatasnya ruang bagi serikat pekerja independen saat itu.
Melalui SBSI, Muchtar aktif memperjuangkan berbagai hak pekerja, seperti peningkatan upah, perlindungan tenaga kerja, hingga kebebasan berserikat. Sikap kritisnya membuat ia beberapa kali berhadapan dengan aparat dan menjalani proses hukum.
Selain aktif sebagai pejuang buruh, Muchtar juga dikenal sebagai pengacara dan akademisi. Ia kerap memberikan bantuan hukum serta menyuarakan isu demokrasi dan hak asasi manusia.
Perjuangannya turut membuka jalan bagi berkembangnya serikat pekerja independen setelah era Reformasi.
Muchtar Pakpahan meninggal dunia pada 21 Maret 2021 dan dikenang sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.
4. Thamrin Mosii
Thamrin Mosii dikenal sebagai salah satu figur penting dalam memperkuat organisasi pekerja di sektor industri manufaktur. Ia merupakan salah satu penggagas berdirinya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Sebelum aktif di tingkat nasional, Thamrin bekerja sebagai buruh di Panasonic Manufacturing Indonesia sejak 1971 hingga 2002. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman yang mendalam mengenai berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja industri.
Ia kemudian aktif membangun serikat pekerja di tingkat perusahaan dan mendorong terbentuknya federasi yang lebih besar agar posisi tawar pekerja manufaktur semakin kuat.
Selain itu, Thamrin juga pernah menjabat sebagai Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ia dikenal sebagai organisator yang dekat dengan para anggota serta memberi perhatian besar pada kaderisasi generasi baru dalam gerakan serikat pekerja.
Thamrin Mosii meninggal dunia pada 19 Agustus 2012. Hingga kini, kontribusinya dikenang dalam memperkuat solidaritas dan perjuangan pekerja manufaktur di Indonesia.
Baca Juga: Mengulik Sejarah Hari Buruh 1 Mei: Perjuangan Berdarah Demi Kesejahteraan Pekerja
Tokoh-tokoh yang menerima gelar Pahlawan Buruh Nasional menjadi bukti bahwa berbagai hak pekerja yang dinikmati saat ini lahir melalui perjuangan panjang, keberanian, dan konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.
Di tengah berbagai tantangan dunia kerja masa kini, seperti pemutusan hubungan kerja, sistem outsourcing, pekerja kontrak, hingga perkembangan ekonomi digital, semangat perjuangan para tokoh buruh tersebut tetap memiliki relevansi yang kuat. Perlindungan terhadap pekerja masih menjadi persoalan penting yang perlu terus diperjuangkan secara berkelanjutan.
Setiap peringatan Hari Buruh, jasa dan perjuangan para pahlawan buruh nasional terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah terbentuknya hak-hak pekerja di Indonesia.
Editor : Aditya Novrian