JAKARTA, RADAR MALANG - Empat jurnalis asal Indonesia dan satu aktivis diculik Angkatan Laut Israel (IOF), di perairan Siprus pada Senin (18/5). Mereka diculik saat akan menjalankan misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Diketahui bahwa, kapal yang ditumpangi rombongan GSF 2.0 dicegat oleh angkatan laut Israel saat sedang berlayar menuju Gaza melewati kawasan Mediterania Timur. Sebanyak 10 kapal GSF yang ditangkap oleh tentara Israel, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu RI menyampaikan kecaman terhadap tentara Israel agar segera melepaskan seluruh awak kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang saat ini ditahan.
Baca Juga: 4 Jurnalis dan 1 Aktivis Indonesia Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza
Peristiwa tersebut juga memicu respons Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Ia mengecam tindakan menghentikan dan menahan rombongan misi kemanusiaan GSF 2.0 oleh tentara Israel.
Ia menyampaikan bahwa jurnalis memiliki kewenangan untuk menyampaikan realitas kemanusiaan kepada dunia, sehingga aktivitas jurnalis seharusnya dihormati dan mendapatkan perlindungan, terutama di wilayah konflik dan krisis kemanusiaan.
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” imbuh Meutya.
Selain itu, respons atas peristiwa ini juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sudarnoto Abdul Hakim menilai tindakan Israel menunjukkan adanya rasa panik terhadap meningkatnya dukungan untuk Palestina. Ia mengatakan, tindakan tentara Israel merupakan tindakan yang memalukan.
Menurutnya, penangkapan aktivis dan jurnalis justru meningkatkan solidaritas global terhadap Palestina. Ia juga menegaskan, tindakan yang dilakukan tentara Israel tidak menghentikan dukungan internasional terhadap Palestina.
Berdasarkan informasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) nama-nama jurnalis dan aktivis yang diculik antara lain:
Baca Juga: Prabowo Saat Rupiah Loyo: Rakyat Desa Enggak Pakai Dolar, tapi Begini Kenyataannya
- Andi Angga Prasadewa (aktivis) menaiki kapal Josef
- Thoudy Badai (jurnalis Republika) menaiki kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (jurnalis Inews) menaiki kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis TV Tempo) menaiki kapal Ozgurluk
- Bambang Nuroyono (jurnalis Republika) menaiki kapal BoraLize