Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banyak Negara Lirik Indonesia, Prabowo: Saya Kalau ke Luar Negeri Sangat Dihormati. Banyak Negara Minta Bantuan Kita

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Jumat, 22 Mei 2026 | 02:00 WIB
Prabowo saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5). (Sumber: Istimewa).
Prabowo saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5). (Sumber: Istimewa).

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kehormatan dan daya tawar diplomatik Indonesia di kancah dunia kini menunjukkan peningkatan dan semakin mendapatkan atensi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Ia menyebut, sejumlah negara berkembang hingga negara maju kini mulai melirik Indonesia guna melakukan kerja sama di sejumlah sektor strategis, salah satunya yakni, pasokan komoditas pupuk.

Baca Juga: Suka Duka Driver Ojol Pasca-Penghapusan Layanan Hemat: Antara Harapan Tarif Layak dan Sepi Penumpang

"Saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia sangat dihormati. Bahkan, sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk karena produksi pupuk kita berlebih," ujar Prabowo.

Prabowo mengungkap, sejumlah negara, seperti Australia, Brazil, India, dan Filipina telah mengajukan permohonan bantuan kepada Indonesia.

Meski begitu, Prabowo menegaskan untuk lebih percaya diri dalam menghadapi kesulitan dan tidak sombong akan pencapaian tersebut. Sebab menurutnya, Indonesia masih memiliki kekurangan.

Baca Juga: Diduga Mic Bocor saat Rapat Paripurna DPR RI, Dasco: Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi

"Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita lebih percaya diri. Memang masih ada banyak kekurangan, dan saya orang yang selalu mengajak untuk berani menghadapi kekurangan kita, kita berani menghadapi kesulitan," tegas Prabowo.

Disamping itu, ia menegaskan urgensi komitmen untuk memberantas habis penyelewengan yang ada di Indonesia. Langkah tersebut digunakan untuk mengawal tren pertumbuhan yang positif.

Awalnya, Prabowo memaparkan bahwa sejumlah lembaga dan pakar internasional memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi kelima hingga keempat terbesar di dunia tahun 2045.

Baca Juga: Apa itu NIK, KK, dan KTP? Ini Penjelasan Lengkapnya

"Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Prancis, Italia," ujarnya.

Menurutnya, rakyat Indonesia tidak bermimpi untuk menjadi kaya raya, melainkan ingin hidup layak tanpa mengalami kesulitan, akses pendidikan merata, serta pekerjaan dan pendapatan yang cukup.

“Mereka bermimpi bisa makan dengan baik setiap hari, bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat saat anak mereka sakit atau bapak mereka sakit," kata Prabowo.

Editor : Aditya Novrian
#Prabowo #dpr ri #rapat paripura