JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah, mulai dari realisasi investasi hingga kinerja lembaga negara.
Pidato kenegaraan tahun ini digelar lebih awal dari jadwal biasanya. Jika umumnya berlangsung pada 16 Agustus, agenda tersebut dimajukan menjadi 14 Agustus karena 16 Agustus 2026 jatuh pada Minggu.
Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan karena Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD tidak dilaksanakan pada akhir pekan.
Baca Juga: Prabowo Pidato Dua Kali di Sidang Tahunan MPR, Soroti Birokrasi hingga RAPBN 2027
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Prabowo juga menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya PT Timah yang disebut mencatat keuntungan Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026. Angka tersebut diklaim meningkat sekitar 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, Presiden menyampaikan kinerja sejumlah lembaga negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), misalnya, disebut berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp112 triliun sepanjang 2025 melalui rekomendasi hasil pemeriksaan.
Mahkamah Agung juga mendapat sorotan. Prabowo menyebut lembaga tersebut menangani 38.148 perkara sepanjang 2025 dengan tingkat produktivitas penyelesaian perkara mencapai 99,54 persen.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026
Di tengah pemaparan berbagai capaian tersebut, Prabowo turut menyinggung beban kerja para menteri dalam kabinetnya. Ia mengatakan jajaran menteri telah bekerja keras menjalankan berbagai program pemerintah selama sekitar 21 bulan masa pemerintahannya.
Prabowo bahkan menyebut ada menteri yang mengalami kondisi kesehatan serius akibat beban pekerjaan. Beberapa di antaranya disebut sempat pingsan, menjalani perawatan di rumah sakit, hingga harus menjalani operasi.
“Bahkan ada menteri saya yang sampai pingsan, ada yang masuk rumah sakit, ada yang sampai operasi,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Selain capaian ekonomi, pemerintah juga tengah menyiapkan agenda kebijakan untuk tahun berikutnya. Salah satu fokusnya adalah penyusunan APBN 2027 yang akan disampaikan Prabowo dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI pada Jumat siang.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Defisit APBN 2027 ditargetkan berada pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pidato kenegaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Setelah Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato terkait RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber