MALANG, RADAR MALANG - Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengalami lonjakan drastis dengan total 351 warga dilaporkan menjadi korban. Korban tetapi juga mencakup balita, anak TK, peserta posyandu, hingga ibu hamil dan menyusui.
Keluhan gangguan pencernaan massal ini terdeteksi pertama kali pada Kamis (17/9) malam. Awalnya hanya 20 murid SD dan MI di Desa Guntur yang melaporkan gejala mual, diare, sakit perut dan pusing usai mengonsumsi paket makanan MBG.
Baca Juga: BGN Keluarkan 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan Wilayah 3T
Berdasarkan pendataan Satgas MBG dan Dinas Kesehatan setempat, jumlah korban melonjak tajam hingga mencapai 351 orang yang tersebar di enam desa Kecamatan Bener.
Sebarannya meliputi, Desa Guntur (128 orang), Nglaris (92 orang), Sidomukti (57 orang), Ngasinan (42 orang), Sendangsari (26 orang) dan Limbangan (6 orang).
Buntut dari insiden fatal ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Satgas MBG resmi menutup sementara operasional Dapur Mandiri SPPG Purworejo Bener Kaliboto 2 yang berlokasi di Dusun Kedungracak. Penutupan ini juga didorong oleh aksi protes dan tuntunan dari para orang tua murid yang mengalami trauma.
Dinas Kesehatan telah mengamankan sisa sampel makanan serta sampel muntahan korban untuk dikirim ke laboratorium guna mendektesi jenis bakteri atau cemaran yang memicu keracunan massal tersebut.
Baca Juga: Pakar Hukum Desak Pengelola SPPG Lalai Dipidana, Kasus Keracunan MBG Berulang
Editor : Aditya NovrianSumber : Dari berbagai sumber