RADAR MALANG – Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Bali sejak Minggu, 11 Oktober 2026. Sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalite, bahkan Pertamax. Antrean terjadi di Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Klungkung.
Keluhan warga pun ramai di media sosial. Ada pengendara yang dilaporkan sampai kehabisan bensin di tengah jalan karena sulit menemukan SPBU yang masih punya stok. Pada Selasa, 13 Oktober, seorang warga bernama Ragil mengaku sudah antre lebih dari satu jam baru bisa mengisi BBM.
Di Klungkung, warga beralih mengantre Pertamax karena stok Pertalite kosong di tiga SPBU. Di Badung, antrean sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk. Situasi ini membuat warga harus berkeliling mencari SPBU yang masih punya stok.
Baca Juga: Konsumsi Harian BBM di Kota Malang Menyentuh 720 Kiloliter
Gubernur Bali Wayan Koster memanggil Pertamina dan Hiswana Migas Bali pada Senin, 12 Oktober. Menurut Koster, kapal pengangkut BBM sudah bersandar di Bali sehari sebelumnya. Ia juga menilai warga ikut membuat stok cepat habis karena panik dan mengisi BBM secara bersamaan.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan telah menambah pasokan 26.200 kiloliter. Pertamina juga mengirim kapal yang membawa 18.000 kiloliter Pertalite dan 2.500 kiloliter Pertamax. Konsumsi Pertalite di Bali disebut rata-rata sekitar 2.200 kiloliter per hari.
Koster memperkirakan pasokan kembali normal dalam satu hingga dua hari karena distribusi dari depo ke SPBU membutuhkan waktu. Warga diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Pertamina juga membantah kabar bahwa pasokan sengaja dikurangi 30 sampai 35 persen.
Baca Juga: Konsumsi BBM Subsidi Melonjak Capai 15 Persen, Pertamina Malang Tambah Pasokan
Penyebab kelangkaan ini masih disampaikan secara berbeda oleh sejumlah pihak. Pertamina menyebut adanya peningkatan konsumsi Pertalite, sedangkan Polres Badung menyebut kendala teknis pada pasokan dari penyedia BBM.
Editor : Aditya N. RianSumber : Diolah dari berbagai sumber