Tren Matcha Terus Berkembang, Kenali Perbedaan Ceremonial dan Culinary Grade


Malang, Radar Malang — Tren makanan dan minuman berbahan matcha semakin populer belakangan ini. Bubuk teh hijau asal Jepang tersebut banyak digunakan dalam berbagai sajian, mulai dari minuman hingga makanan penutup. Namun, tidak semua matcha memiliki karakteristik dan peruntukan yang sama. Dua istilah yang kerap dijumpai di pasaran adalah ceremonial grade dan culinary grade.
Ceremonial grade umumnya merujuk pada matcha yang dipasarkan untuk dikonsumsi langsung dengan air, tanpa tambahan susu atau pemanis. Jenis ini cenderung memiliki warna hijau cerah, tekstur bubuk yang halus, serta cita rasa lembut dengan karakter umami dan sedikit rasa pahit. Matcha dengan karakteristik tersebut cocok disajikan sebagai usucha (teh encer) maupun koicha (teh kental), dua metode penyajian dalam tradisi minum teh Jepang.
Sementara itu, culinary grade merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk matcha yang diperuntukkan sebagai bahan campuran makanan dan minuman. Rasanya cenderung lebih kuat dengan karakter pahit yang lebih terasa sehingga dapat berpadu dengan bahan lain, seperti susu, gula, dan krim. Jenis ini banyak digunakan dalam pembuatan matcha latte, kue, hingga es krim.
Perbedaan Ceremonial dan Culinary Grade
Perbedaan utama keduanya terletak pada karakteristik rasa dan tujuan penggunaannya. Ceremonial grade umumnya dipilih untuk dinikmati secara langsung agar karakter rasa dan aroma matcha lebih terasa. Sebaliknya, culinary grade lebih sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai olahan makanan dan minuman.
Dari segi harga, matcha yang dipasarkan sebagai ceremonial grade umumnya dibanderol lebih mahal dibandingkan culinary grade. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, asal daerah penanaman, waktu panen, proses pengolahan, hingga karakteristik rasa yang dihasilkan.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa istilah ceremonial grade dan culinary grade bukan klasifikasi mutu resmi yang memiliki standar universal di Jepang. Setiap produsen dapat menggunakan istilah tersebut berdasarkan kriteria masing-masing. Oleh karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya menjadikan label sebagai patokan dalam menentukan kualitas matcha.
Cara Memilih Matcha Berkualitas
1. Perhatikan warna dan teksturnya
Matcha berkualitas umumnya memiliki warna hijau yang cerah dan tidak kusam. Warna tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk kesegaran bubuk teh. Selain itu, matcha yang diolah dengan baik memiliki tekstur bubuk sangat halus.
Namun, warna saja tidak cukup untuk memastikan kualitas produk. Kondisi penyimpanan dan paparan udara juga dapat memengaruhi warna serta kesegaran matcha.
2. Periksa aroma dan rasanya



