Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Matcha Terus Berkembang, Kenali Perbedaan Ceremonial dan Culinary Grade

Siti Aisyah
Penulis: Siti Aisyah❯
Ceremonial grade dan culinary grade, dua istilah yang sering dijumpai. (Foto: Unsplash)
Ceremonial grade dan culinary grade, dua istilah yang sering dijumpai. (Foto: Unsplash)

Advertisement

Malang, Radar Malang — Tren makanan dan minuman berbahan matcha semakin populer belakangan ini. Bubuk teh hijau asal Jepang tersebut banyak digunakan dalam berbagai sajian, mulai dari minuman hingga makanan penutup. Namun, tidak semua matcha memiliki karakteristik dan peruntukan yang sama. Dua istilah yang kerap dijumpai di pasaran adalah ceremonial grade dan culinary grade.

Ceremonial grade umumnya merujuk pada matcha yang dipasarkan untuk dikonsumsi langsung dengan air, tanpa tambahan susu atau pemanis. Jenis ini cenderung memiliki warna hijau cerah, tekstur bubuk yang halus, serta cita rasa lembut dengan karakter umami dan sedikit rasa pahit. Matcha dengan karakteristik tersebut cocok disajikan sebagai usucha (teh encer) maupun koicha (teh kental), dua metode penyajian dalam tradisi minum teh Jepang.

Sementara itu, culinary grade merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk matcha yang diperuntukkan sebagai bahan campuran makanan dan minuman. Rasanya cenderung lebih kuat dengan karakter pahit yang lebih terasa sehingga dapat berpadu dengan bahan lain, seperti susu, gula, dan krim. Jenis ini banyak digunakan dalam pembuatan matcha latte, kue, hingga es krim.

Advertisement

Perbedaan Ceremonial dan Culinary Grade

Perbedaan utama keduanya terletak pada karakteristik rasa dan tujuan penggunaannya. Ceremonial grade umumnya dipilih untuk dinikmati secara langsung agar karakter rasa dan aroma matcha lebih terasa. Sebaliknya, culinary grade lebih sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai olahan makanan dan minuman.

Advertisement

Dari segi harga, matcha yang dipasarkan sebagai ceremonial grade umumnya dibanderol lebih mahal dibandingkan culinary grade. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, asal daerah penanaman, waktu panen, proses pengolahan, hingga karakteristik rasa yang dihasilkan.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa istilah ceremonial grade dan culinary grade bukan klasifikasi mutu resmi yang memiliki standar universal di Jepang. Setiap produsen dapat menggunakan istilah tersebut berdasarkan kriteria masing-masing. Oleh karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya menjadikan label sebagai patokan dalam menentukan kualitas matcha.

Cara Memilih Matcha Berkualitas

1. Perhatikan warna dan teksturnya

Matcha berkualitas umumnya memiliki warna hijau yang cerah dan tidak kusam. Warna tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk kesegaran bubuk teh. Selain itu, matcha yang diolah dengan baik memiliki tekstur bubuk sangat halus.

Namun, warna saja tidak cukup untuk memastikan kualitas produk. Kondisi penyimpanan dan paparan udara juga dapat memengaruhi warna serta kesegaran matcha.

2. Periksa aroma dan rasanya

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

Friendship Breakup, Ketika Mengakhiri Persahabatan Tak Kalah Menyakitkan dari Putus Cinta

Friendship Breakup, Ketika Mengakhiri Persahabatan Tak Kalah Menyakitkan dari Putus Cinta

Perubahan tersebut dapat memunculkan perasaan kehilangan, sedih, hingga kebingungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Squishy Kembali Populer, Jadi Teman Anak Muda untuk Melepas Penat

Squishy Kembali Populer, Jadi Teman Anak Muda untuk Melepas Penat

Squishy kembali populer di kalangan anak muda. Selain dikoleksi, mainan kenyal ini menjadi teman bersantai dan mengalihkan pikiran saat penat.

Demo dan Sinyal Darurat yang Nyata

Demo dan Sinyal Darurat yang Nyata

Selain Indonesia, demonstrasi besar setidaknya juga terjadi di 13 negara sepanjang Oktober 2026. Mayoritas terjadi di negara-negara Eropa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer