BMKG menyebutkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, BMKG menyarankan warga untuk waspada dan tetap berhati-hati terhadap potensi gempa susulan. “Tidak berpotensi tsunami. Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG seperti dilansir Pojoksatu (Jawa Pos Group).
Goyangan gempa terasa cukup kuat hingga di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar). “Berayun cukup lama. Air di galon dispenser pun berguncang-guncang,” ujar Ari, warga Padang.
Warga di Pasaman Barat juga merasakan gempa Nias yang bergoyang cukup kuat. “Pasaman Barat, Talu, terasa kuat sekali,” ungkap Wili.
Sebelumnya, atau tepatnya Rabu (12/5) lalu, Kabupaten Kepulauan Mentawai juga digoyang gempa. BMKG mencatat, gempa yang terjadi pada pukul 03.44 WIB tersebut berkekuatan magnitudo 5,1.
Lokasi gempa berpusat di 1.60 Lintang Selatan (LS) – 99.29 Bujur Timur (BT) atau 55 km Barat Laut Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 17 km. Lokasinya berjarak 58 km Barat Laut Tuapejat Mentawai, 143 km Barat Daya Kota Pariaman dan 164 km Barat Daya Kota Padang.
Gempa dirasakan II-III MMI di Siberut Mentawai dan I-II MMI di Padang. “Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG di akun Twitter dan Facebook serta pesan singkat yang masuk ke ponsel.
Wartawan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di Tuapejat Mentawai melaporkan, gempa tersebut dirasakan warga. “Memang tidak terlalu kuat dirasakan warga. Terasa sekali goyang saja,” ujar Arif.
Sumber: JPG
Editor : Ahmad Yani