“Iya di-hack oleh orang,” ujar Heru kepada JawaPos.com, Sabtu (31/7). Heru menuturkan, pihaknya sudah memberitakukan kepada tim untuk segera membenahi website Setkab yang telah diretas oleh orang tidak bertanggung jawab tersebut. “Saya sudah sampaikan ke pejabat Setkab,” katanya.
Setelah diretas, situs setkab.go.id menampilkan foto seorang demonstran yang tengah memegang Bendera Merah Putih. Foto itu diketahui berasal dari aksi demonstrasi di Gedung DPR pada 2019 silam. Demonstran yang terfoto adalah seorang siswa SMA yang nampak memegang bendera Merah Putih di tengah lontaran gas air mata.
Tak ada opsi untuk memilih laman lain dalam tampilan web Setkab yang diretas. Di bawah foto, tertulis pelaku yang meretas adalah Zyy Ft Lutfifake.
Peretas juga menuliskan narasi bahwa kekacauan tengah terjadi dan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ia merujuk pada kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan mengharuskan warga tinggal di rumah. Ia menyebut masyarakat stres dan depresi akibat hal ini.
“Penguasa menikmati dunianya sendiri dengan gaji yang mengalir setiap hari. Di mana keadilan di negara ini?” tulis peretas itu.
Peretas juga menyebut Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa, namun sila 2 hingga 5 tak ada perubahan.
Berikut pernyataan lengkap peretas dalam situs Sekretariat Kabinet di setkab.go.id:
“Kekacauan Dimana-mana, Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja. Rakyat Harus Dirumah Tanpa Ada Dispensasi Dan Kompensasi Apapun Yang Membuat Rakyat Indonesia Merasa Stress Dan Depresi. Penguasa menikmati Dunia nya sendiri Dengan Gaji Yang Mengalir Tiap Hari. Di mana Keadilan Di Negara Ini. Pancasila,” tulis peretas tersebut.
Sumber: JawaPos.Com
Editor : Ahmad Yani