Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tulis Surat Terbuka, Korban Pelecehan KPI Tak Bully Kerabat Terlapor

Farik Fajarwati • Senin, 6 September 2021 | 17:57 WIB
Surat terbuka ditulis MS agar masyarakat dan netizen tidak mengintimidasi keluarga terlapor. (Jawa Pos/Ist)
Surat terbuka ditulis MS agar masyarakat dan netizen tidak mengintimidasi keluarga terlapor. (Jawa Pos/Ist)
RADAR MALANG - Korban pelecehan dan bullying di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), MS, menulis surat terbuka. Dalam surat tersebut MS meminta agar masyarakat maupun netizen tidak melakukan perundungan balik terhadap para terlapor yang terlibat dalam kasusnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pengacara MS, Muhammad Mualimin. Dia menjelaskan, surat tersebut ditulis langsung oleh kliennya. Surat itu dibuat atas keprihatinan MS apabila keluarga para terlapor ikut terkena dampak atas perbuatan yang dilakukan oleh orang lain.

“Istri, anak, dan keluarga pelaku tak bersalah. Menurut MS, mereka tak boleh dicaci. Sebab yang salah adalah 8 pelaku yang dia sebut di rilis yang viral,” kata Mualimin saat dihubungi Senin (6/9).

MS menilai jika keluarga para terlapor ikut terdampak atas kasus ini, maka bisa meninggalkan efek yang buruk. “Trauma, kekalutan, guncangan mental, dan kepedihan yang dialami MS sudah cukup. Tak boleh lagi ada orang lain sedih karena jadi korban perundungan,” jelas Mualimin.

Berikut surat terbuka yang ditulis MS untuk warganet:

Netizen Seluruh Indonesia

Di Tempat

Dengan Hormat,

Saya adalah MS (Penyintas Pelecehan Seksual dan Bullying di KPI Pusat). Pertama-pertama saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Netizen seluruh Indonesia untuk terus mengawal dan memantau perkembangan kasus Slsaya di berbagai media, baik media cetak, elektronik maupun media online.

Netizen seluruh Indonesia sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Oleh karena itu, melalui surat ini, saya memohon agar Netizen tidak berkomentar negatif dan menampilkan identitas dari keluarga pelaku bullying dan kekerasan seksual.

Tetap berfokusilah terhadap kasus saya dan pelakunya. Saya sebagai manusia mempertimbangkan segala aspek, etika dan nilai-nilai kemanusiaan. Saya khawatir keluarga pelaku, seperti; istri, anak dan orang tuanya mendapatkan dampak psikis atau trauma berkepanjangan seperti yang saya alami. Apalagi, anak dari pelaku. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi berikutnya.

Demikian, surat ini, saya tulis atas inisiatif saya sendiri tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun.

Sumber: Jawa Pos Editor : Farik Fajarwati
#Komisi Penyiaran Indonesia #Bullying KPI #pelecehan kpi #Surat terbuka