Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjelang Ramadhan: 5 Tradisi Unik yang Tetap Lestari di Indonesia

Aditya Novrian • Kamis, 27 Februari 2025 | 19:30 WIB
Hidangan yang disajikan saat melaksanakan tradisi "Megengan." (Indozone)
Hidangan yang disajikan saat melaksanakan tradisi "Megengan." (Indozone)

RADAR MALANG—Saat bulan Ramadhan semakin dekat, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia mulai menjalankan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun.

Dari Jawa hingga Sumatera, setiap daerah memiliki cara unik untuk menyambut bulan suci.

Ada yang menggelar megengan dengan tumpeng, ada pula yang melakukan suro' maca bersama keluarga. Tak hanya menjadi bentuk persiapan spiritual, tradisi-tradisi ini juga menjadi momen mempererat tali silaturahmi.

Lantas, apa saja tradisi-tradisi di Indonesia yang dilakukan sebelum bulan Ramadhan datang?

Megengan (Jawa Timur, DI Yogyakarta)

Hidangan yang disajikan saat melaksanakan tradisi "Megengan." (Kompasiana.com)
Hidangan yang disajikan saat melaksanakan tradisi "Megengan." (Kompasiana.com)

Tradisi ini telah dilakukan secara turun temurun sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan.

Kegiatannya berbeda-beda tergantung bagaimana desa atau kampung yang mengadakannya.

Ada yang sekedar membagi-bagikan makanan ke masing-masing tetangga, ada yang masyarakatnya mengadakan kenduri atau selamatan yang sederhana yang dihadiri keluarga, tetangga, atau kerabat.

Di kenduri tersebut, mereka akan menyajikan hidangan yang khas seperti apem.

Apem sendiri memiliki filosofi tersendiri sebagai hidangan khas untuk megengan. Apem memiliki arti sebagai symbol permohonan ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah terjadi sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Setelah itu, akan ada pembacaan doa secara bersama-sama untuk saling mendoakan dan juga mendoakan untuk para leluhur.

Meugang (Aceh)

Pembagian daging yang telah disembelih kepada kerabat, tetangga, maupun keluarga saat melakukan tradisi "Meugang" di Aceh. (Travel Kompas)
Pembagian daging yang telah disembelih kepada kerabat, tetangga, maupun keluarga saat melakukan tradisi "Meugang" di Aceh. (Travel Kompas)

Tradisi ini telah lama dilakukan oleh masyarakat provinsi Aceh sebelum memasuki bulan Ramadhan, lebih tepatnya sejak abad ke-14.

Masyarakat Aceh melakukan kegiatan Meugang ini dua hari sebelum bulan Ramadhan.

Kegiatan tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan ternak. Pada umumnya hewan tersebut adalah sapi atau kerbau.

Setelah disembelih, daging-daging tersebut akan dibagikan kepada kerabat, kaum duafa, dan keluarga.

Belangiran (Lampung)

Muda-mudi sedang melakukan tradisi "Belangiran" di sungai. (detik.com)
Muda-mudi sedang melakukan tradisi "Belangiran" di sungai. (detik.com)

Merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Lampung saat mendekati bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini dilaksanakan dengan mandi di sungai yang dilakukan dengan membawa beberapa benda, yaitu air langir, daun pandan, bunga tujuh rupa, dan setanggi.

Tradisi Belangiran ini memiliki symbol sebagai penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Nyorog (DKI Jakarta)

Masyarakat DKI Jakarta yang sedang melakukan tradisi "Nyorog." (Liputan6.com)
Masyarakat DKI Jakarta yang sedang melakukan tradisi "Nyorog." (Liputan6.com)

Kali ini, ada tradisi menjelang bulan suci Ramadhan yang berasal dari DKI Jakarta. Tidak hanya untuk menjelang bulan Ramadhan, namun juga dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan saat pernikahan adat Betawi.

Tradisi Nyorog dilakukan dengan membagikan bingkisan kepada sanak saudara dan tetangga.

Bingkisan tersebut seperti bahan makanan mentah, gula, susu, kopi, ikan bandeng, dan daging kerbau.

Dengan tradisi ini, masyarakat berharap silaturahim antar kerabat, keluarga, dan tetangga tetap terjaga, serta sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Suro’ Maca (Sulawesi Selatan)

Masyarakat Aceh sedang melaksanakan tradisi "Suro
Masyarakat Aceh sedang melaksanakan tradisi "Suro

Suro’ Maca atau bisa disebut Suru Maca adalah tradisi khas masyarakat Bugis yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Suro’ Maca secara harfiah berarti meminta doa. Suru/ Suro’ memiliki arti meminta sedangkan Maca berarti membaca doa.

Tradisi ini dilakukan dengan mengirim doa kepada leluhur yang dilakukan satu pekan sebelum bulan Ramadhan.

Kegiatan ini bertujuan untuk sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan pembersihan jiwa serta rohani sebelum menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#ramadhan #indonesia #tradisi #bulan suci #Puasa