Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Orang Tua dan Anak di Surabaya Anyam Ketupat Bareng

Aditya Novrian • Senin, 7 April 2025 | 17:03 WIB
PENUH MAKNA: Beberapa anak dan orang tua mengikuti workshop pembuatan ketupat dari janur yang digagas Kampoeng Dolanan kemarin.
PENUH MAKNA: Beberapa anak dan orang tua mengikuti workshop pembuatan ketupat dari janur yang digagas Kampoeng Dolanan kemarin.

SURABAYA – Kristian tampak serius membimbing anaknya, Nabil menganyam ketupat kemarin.

Keduanya sangat antusias.

Jika Nabil sudah selesai menganyam, Kristian langsung merapikan ujung janur.

Mereka mengikuti workshop pembuatan ketupat dan keris dari janur yang diselenggarakan Kampoeng Dolanan selama dua hari.

Belasan anak-anak, remaja, orang tua hingga warga senior terlibat aktif kegiatan tersebut.

Workshop pertama dilakukan di taman baca, lalu dilanjutkan di rumah masing-masing.

”Meski terlihat sederhana, tapi dalam proses menganyam ketupat ini ada interaksi orang tua dan anak, ada transfer informasi, lengkap,” papar penggagas Kampoeng Dolanan Surabaya Mustofa Sam kemarin (6/4).

Dalam aktivitas orang tua dan anak menganyam ketupat bersama itu, proses parenting dan bonding terjalin.

”Anak merekam momen ’saya tahu cara bikin ketupat dari orang tua, jadi tidak beli, tapi bikin bareng orang tua. Dan, itu akan terbawa di ingatan anak,” bebernya.

Pada momen itu juga bisa disampaikan nilai-nilai filosofis dari makna ketupat.

Antara lain, proses pembuatan ketupat sudah ada sejak abad ke-15 yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.

”Kupat itu bermakna ngaku lepat atau mengaku salah, anyaman juga bisa dimaknai lika-liku kehidupan,” urainya.

Sedangkan beras memiliki makna bersih dan suci, serta janur atau sejatine nur yang memiliki makna manusia berada dalam kondisi suci setelah berpuasa Ramadan.

Dia berharap, workshop ini tak hanya mengasah ketrampilan.

Tapi menjadi pengingat pentingnya interaksi ortu dan anak.

Serta, mengurangi aktivitas anak dengan gadget.

”Juga dapat menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya,” imbuhnya. (zam/nor/adn)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #kupatan #Orang tua dan anak #ketupat #2025 #membuat ketupat