GRESIK – Dinamika di balik perang tarif impor yang tengah dimainkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berimbas terhadap sektor usaha dan industri di Kota Pudak.
Sejumlah perusahaan sudah mengadukan dampak ”Tarif Trump” ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Para pelaku usaha menengah yang melakukan ekspor juga mulai dibuat was was.
Khawatir jika produk dagangan mereka tidak laku karena pemberlakukan Tarif Trump.
Disnaker Gresik telah menerima keluhan dari lima perusahaan sejak isu seputar Tarif Trump mencuat.
”Belum ada tindakan yang dila kukan perusahaan.
Mereka hanya sebatas menyampaikan risiko-risiko yang akan terjadi,” kata Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin kemarin kepada Jawa Pos.
Saat ini, Disnaker mulai ber keliling ke sejumlah perusahaan di Gresik.
Misinya, agar dampak Tarif Trump tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
”Kami sudah dapat arahan dari Pak Bupati. Jangan ada opsi PHK akibat hal ini,” ujar pejabat eselon II B Pemkab Gresik itu.
Tarik ulur soal Tarif Trump juga membuat pelaku UMKM ekspor mulai was was.
Seperti Shubkhi Basyar, pengekspor sekam padi untuk industri baja ke sejumlah negara seperti Jepang dan Korea.
Ia mengaku permintaan pengiriman mulai menurun.
”Biasanya itu se bulan kirim 10 kontainer atau 10 ton. Sekarang pengiriman paling hanya 8 kontainer,” ucap warga Kroman, Gresik, itu.
Menurutnya, meski efek Tarif Trump tidak dirasakan secara langsung, bisnis ekspornya akan turut terdampak ke depannya.
Dia khawatir sektor peragangan khususnya ekspor akan semakin lesu. (son/ris/adn)
Editor : A. Nugroho