Catatan itu terbilang tidak biasa. Sebab, di musim-musim sebelumnya, Yudo dan Dedik mempunyai rasio gol yang bagus. Malah pada 2019 lalu, Dedik menjadi pemain lokal Arema FC yang paling banyak menciptakan gol. Sedangkan Yudo di musim 2020 jadi pemain lokal yang paling banyak membuat gol.
Meski saat ini keran gol keduanya tengah tidak lancar, namun tim pelatih Arema FC percaya kalau mereka bakal segera membobol gawang lawannya. Keyakinan itu bukanlah tanpa sebab. Kedua penyerang lokal tersebut dinilai mempunyai kemampuan yang bagus. Baik itu terkait kecepatan, teknik, dan kegigihan membobol gawang lawan. "Kami yakin hanya menunggu waktu saja untuk melihat mereka membuat gol," jelas Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro.
Pria asal Gondanglegi itu lantas mencontohkan Carlos Fortes. Yang di awal musim ini sempat kesulitan membuat gol. Setelah gol pertama mampu diciptakannya, striker asal Portugal itu terus menambah pundi-pundi gol.
Sampai saat ini, Fortes sudah membukukan 10 gol. Kuncoro meyakini bila contoh itu juga bisa berlaku bagi Yudo dan Dedik. Bila keduanya sudah mencetak gol perdana untuk Timnas, gol-gol berikutnya bakal lahir. "Kepercayaan diri dan motivasi akan berlipat ganda setelah itu," imbuh Kuncoro.
Meski belum membuat gol, dia menilai kalau Yudo dan Dedik sudah mampu menunjukkan penampilan yang baik. Lewat kelebihan keduanya, Yudo dan Dedik mampu membantu sistem permainan yang diusung pelatih Shin Tae Yong. "Mereka sudah bagus bermain secara tim," tuturnya. Artinya, dia menilai bila keduanya bisa beradaptasi dengan cukup baik.
Senada dengan Kuncoro, eks striker Timnas Singgih Pitono juga menuturkan kalau saat yang dibutuhkan Dedik dan Yudo adalah membobol gawang lawan. Apabila hal tersebut didapatkan, maka langkah para striker akan lebih mudah ke depannya. "Kuncinya adalah mencetak gol dulu," tutur pria asal Tulungagung itu.
Dia mengibaratkan kesulitan membuat gol seperti air yang tersumbat lumut. Apabila mampu dibersihkan, maka aliran air akan bergerak lebih lancar. Demi mencapai titik itu, Singgih menyarankan Yudo dan Dedik untuk bermain sederhana dan cerdik. Ketika mendapatkan peluang sekecil apa pun, mereka harus bisa membuatnya jadi gol.
Sederhana yang dimaksudkan dia yakni tidak perlu melakukan banyak variasi ketika ada di kotak penalti lawan. "Menurut saya pribadi, ketika sudah ada peluang cetak gol dan posisinya menguntungkan, maka langsung shot saja," tuturnya. "Mereka (Yudo dan Dedik) itu striker komplet. Bagus dengan bola atau tidak. Jadi, kini memang perlu sedikit lebih tenang dan pintar ketika mengambil keputusan," tambah pria yang kini menjadi asisten pelatih Arema FC tersebut.
Ke depan, ada dua lawan tangguh yang sudah menunggu Timnas Indonesia. Pertama adalah Vietnam, yang akan dihadapi hari ini (15/12). Kedua melawan Malaysia, yang akan berlangsung pada Minggu nanti (19/12).
Sementara itu, penyerang Carlos Fortes, juga sangat yakin dengan kemampuan kedua rekannya itu. Menurutnya, Yudo dan Dedik adalah salah satu penyerang bagus yang ada di BRI Liga 1. "Yudo dan Dedik punya kecepatan, skill, dan penampakan posisi yang baik. Apabila sekarang belum membuat gol, saya rasa mereka hanya kurang beruntung saja," tuturnya. (gp/by) Editor : Bayu Mulya Putra