Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Transformasi Pemain Arema FC di Bawah Komando Eduardo Almeida

Bayu Mulya Putra • Rabu, 2 Februari 2022 | 22:00 WIB
HENGKANG: Carlos Fortes saat melawan PSM Makassar beberapa waktu lalu. Dia akhirnya hijrah ke PSIS Semarang   (Riana Setiawan / Jawa Pos)
HENGKANG: Carlos Fortes saat melawan PSM Makassar beberapa waktu lalu. Dia akhirnya hijrah ke PSIS Semarang (Riana Setiawan / Jawa Pos)
BALI - Di tangan Eduardo Almeida, sejumlah pemain Arema FC mengalami transformasi peran dan karakter. Contohnya Sandi Sute. Pemain asal Palu, Sulawesi Tengah, itu kini tidak hanya tampil sebagai gelandang bertahan saja. Sebab, pemain kelahiran 21 September 1992 itu kini juga bisa tampil lebih menyerang.

Dia juga kerap menjadi penghubung lini tengah dan depan. Selain dia, Ryan Kurnia yang biasa bermain di posisi sayap saat masih di Sulut United juga lebih didorong ke depan untuk mengisi pos striker. Perubahan lain juga dialami Dendi Santoso. Pemain asli Kota Malang itu acap kali bermain free roll, alias bebas. Dia bisa bermain di sayap, menjadi playmaker, dan membantu pertahanan.

Menanggapi hal tersebut, apa Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut bila itu bukanlah sebuah hal teknis. Menurutnya, penampilan tersebut lahir secara natural berkat hal-hal yang terjadi di lapangan. ”Saya pikir mereka tidak berganti. Tapi, permainan kami memang dinamis,” kata pelatih asal Portugal tersebut.

Dia menyebut bila para pemain mula bisa menyesuaikan perubahan yang cepat di pertandingan. ”Formasi yang muncul sebelum laga, pastinya tidak akan sama ketika laga sudah berjalan,” kata dia. Berkat prinsip itu, Eduardo tidak pernah risau bila para penyerangnya belum mencetak gol. Sebab, di sepak bola, peran tersebut bisa dilakukan semua pemain. (gp/by)

  Editor : Bayu Mulya Putra
#Arema FC #BRI Liga 1 #Eduardo Almeida #sandi sute #pemain singo edan