Menurut Gian Zola, usai laga keduanya sempat tukar kostum. Lalu malam harinya juga sempat makan bersama. ”Urusan di lapangan tidak pernah sampai dibawa ke rumah,” kata eks pemain Persela Lamongan tersebut. Apabila ada obrolan terkait sepak bola, Zola menyebut bila itu lebih banyak seputar saran. ”Kami sama-sama saling support. Baik saat satu tim atau tidak,” imbuh pemain berusia 24 tahun tersebut.
Kebiasaan lainnya saat di luar lapangan yakni saling berkomunikasi. ”Biasanya WA (WhatsApp), tanya apakah main pertama atau tidak di laga itu,” jelasnya. Bermain melawan adik sendiri di kompetisi resmi, diakui Zola menjadi sebuah kesempatan yang langka. Sebab, laga Minggu lalu (11/9) adalah kesempatan pertamanya.
Musim lalu saat Zola bermain di Persela Lamongan, keduanya tak bisa berjumpa di pertandingan. Sebab saat itu Zola mengalami cedera. Duel keduanya Minggu lalu (11/9) mulai tersaji di babak kedua. Sama-sama bermain di lini tengah, Zola dan Beckham menjadi sering berjibaku. Salah satunya terjadi di menit ke-54. Saat itu, keduanya beradu sprint untuk merebut bola. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno