Selanjutnya melawan Barito Putera, 18 Februari. Berlanjut bertemu Persib Bandung, 23 Februari. Yang terakhir, yakni menjalani pertandingan dengan sesama tim asal Jawa Timur, yakni Persik Kediri, 28 Februari. Berangkat dari jadwal itu, mantan pelatih PSS Sleman itu dituntut untuk cepat adaptasi.
Program recovery harus bisa disusun dengan baik. Yang lebih urgent adalah adaptasi dengan Tim Singo Edan. Mengenai tugas tersebut, beberapa elemen Arema FC cukup yakin bila I Putu Gede bisa melakukannya dengan lancar. ”Karena dulu mantan pemain Arema, Insya Allah bisa cepat penyesuaiannya,” kata Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro.
Sejauh ini, dia juga melihat bila Putu cukup paham dengan rentetan hasil buruk sebelum laga kemarin. ”Pastinya dia juga mempunyai pengalaman menghadapi situasi seperti sekarang,” tambahnya. Selain itu, Kuncoro juga melihat I Putu Gede sudah sangat paham dengan karakter Malangan.
Senada dengan Kuncoro, mantan pemain Singo Edan Franco Hita juga melihat kalau I Putu Gede tidak akan kesulitan untuk adaptasi. Menurut pria asal Argentina itu, statusnya sebagai mantan pemain Singo Edan bakal sangat membantu. ”Sebagai orang yang pernah lama di sana (Arema FC), dia pasti sangat mengerti bagaimana membantu tim,” tutur mantan pemain Persema Malang itu. Karena itu, Hita berharap yang terbaik untuk mantan rekannya itu. ”Semoga tren negatif mereka di kompetisi segera usai,” tutupnya. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra