JAKARTA - Dari segi permainan, Arema FC sebenarnya lebih dominan di laga tadi malam. Mereka lebih banyak membangun serangan.
Juga lebih sering menciptakan peluang. Namun, keberuntungan masih belum berpihak pada Singo Edan.
Persebaya lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat. Gaya main ini malah bisa mengonversikan peluang menjadi gol.
Di pengujung laga, tepatnya di menit ke 90+5, Arema FC sebenarnya punya kans untuk menyamakan kedudukan.
Sayangnya, tendangan penalti yang dilepaskan Rizky Dwi Febrianto masih bisa ditepis kiper Ernando Ari.
Kekalahan kemarin pun menambah daftar minor Singo Edan saat bertemu Persebaya. Sejak 2019 lalu, kedua tim sudah bertemu enam kali.
Baca Juga : Hadapi Persebaya, Arema FC Utak-atik Komposisi Pemain di Lini Tengah.
Dari total pertemuan itu, Arema FC kalah lima kali. Termasuk kekalahan tadi malam.
Sisanya, satu laga berakhir imbang. Fakta lainnya, lima kemenangan Persebaya itu dicatatkan ketika mereka dilatih Aji Santoso.
Pelatih Kepala Arema FC Joko Susilo kecewa dengan hasil dari laga tadi malam. Tetapi, dia tetap menaruh hormat kepada pemain-pemainnya. Khususnya para penggawa muda.
”Banyak pemain muda kami minim pengalaman, tapi bisa menjalankan instruksi dengan baik,” kata dia.
Gethuk, sapaan karibnya sadar bila timnya banyak membuang peluang di laga tadi malam.
”Kami kurang beruntung. Penalti (di menit) terakhir juga tidak berbuah gol. Saya pikir inilah sepak bola. Meski kecewa, kami harus menerima hasil ini,” papar dia dalam konferensi pers. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Terkait kegagalan Rizky mengeksekusi penalti, dia sadar pertandingan besar membutuhkan mental yang kuat. ”Tapi kami tidak menyalahkan pemain karena itu (gagal penalti, red),” tambah Gethuk.
Dia juga menyinggung rekor minor skuadnya atas Persebaya yang masih berlanjut. ”Jangan salahkan pemain. Salahkan pelatih saja,” kata dia
Sementara itu, full back kanan Achmad Figo juga mengakui bila timnya kurang beruntung di laga tadi malam. ”Semua pemain sudah bekerja keras. Kami juga sudah menjalankan instruksi pelatih,” terang dia.
Pada interval pertama laga tadi malam, tampak komposisi starting eleven Arema FC mengalami perubahan.
Pemain-pemain yang sebelumnya masuk di babak ke kedua saat laga melawan Madura United, tadi malam dipercaya tampil sejak menit awal.
Pemain multi-posisi seperti Muhammad Rafli misalnya. Selain itu, Pelatih Kepala Arema FC Joko Susilo juga cukup banyak menurunkan pemain asli Malang.
Baca Juga : Ricuh Demo Arek Malang Bersikap, Enam Alami Luka-Luka.
Tercatat ada tujuh nama Arek Malang yang turun sejak menit awal.
Di antaranya Teguh Amiruddin, Achmad Figo, Jhon Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Tito Hamzah, dan Dedik Setiawan. Itu menjadi yang pertama sepanjang musim ini.
Sebab, sebelumnya jumlah terbanyak pemain asli Malang yang tampil sejak menit adalah lima pemain. Itu terjadi saat Arema FC melawan Rans Nusantara, 8 Februari lalu.
Keputusan itu sepertinya membawa dampak signifikan. Sebab, sejak menit pertama, Singo Edan tampil dengan determinasi tinggi.
Permainan mereka cukup cair dan beberapa kali sukses menerobos pertahanan Green Force-julukan Persebaya. Seperti pada menit 28 lewat aksi Dedik Setiawan.
Lalu enam menit berselang melalui Muhammad Rafli. Sayangnya, penyelesaian akhir kurang bagus. Mereka harus puas dengan skor 0-0 di akhir babak pertama. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Sepanjang interval pertama, tim pelatih Arema FC mengusung compact defend. Strategi ini cukup berhasil.
Itu membuat Persebaya kesusahan memanfaatkan dua kelebihannya. Pertama, bermain satu dua sentuhan. Kedua, mengandalkan kecepatan Supriadi dan Sho Yamamoto.
Pada babak kedua, kekurangan Arema FC dalam menyelesaikan peluang harus dibayar mahal. Sebab Persebaya yang lebih sering mendapatkan tekanan sukses menciptakan gol di menit ke-79.
Ialah pemain muda Muhammad Iqbal yang membuat Green Force unggul. Tertinggal membuat pemain Arema FC mencoba untuk meningkatkan tekanan.
Beberapa peluang emas juga sudah diciptakan mereka. Termasuk lewat titik putih di pengujung interval kedua.
Hadiah penalti itu diberikan wasit setelah Ilham Udin Armaiyn dilanggar Arief Catur Pamungkas. Sayangnya, peluang-peluang itu tak ada yang berbuah gol.
Baca Juga : Arema FC Vs Persebaya, Dibayang-bayangi Dominasi Green Force.
Pasca laga, Pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku cukup puas. ”Game yang berakhir positif untuk kami. Terlebih, recovery kami jauh lebih pendek dari Arema,” kata dia.
Secara umum, dia mengakui bila laga kemarin berlangsung ketat. Sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Aji juga menyebut beberapa kunci kemenangan timnya. ”Kami perbaiki konsentrasi di akhir laga. Belajar dari pertandingan sebelumnya,” kata dia.
Sementara itu, kiper Persebaya Ernando Ari mengungkapkan beberapa triknya untuk bisa menepis tendangan penalti dari Rizky Dwi.
”Saya sebenarnya sudah latihan penalti. Juga lihat video (rekaman Arema FC) sebelum game,” kata dia.
Seringnya latihan itu membuat dia lebih tenang. Terlebih, dia dan Rizky Dwi juga pernah sama-sama gabung timnas. (gp/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana