”Insya Allah pemain asal Malang yang mampu memenuhi target (performa bagus, red) musim lalu akan dipertahankan,” jelas Owner NZR Grup tersebut. Dia mengatakan bila itu bukan hanya bentuk apresiasi sebagai warga asli Malang saja. Namun, juga menjadi bagian dari tujuan manajemen untuk membangkitkan sepak bola Malangan.
Seperti diketahui bagi orang asli Malang, embrio bermain dengan gaya tersebut bukan hal baru. Alhasil, tidak akan sulit bagi mereka untuk menerjemahkannya. Pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion PTIK, Jakarta, beberapa waktu lalu, menjadi salah satu contohnya.
Saat itu, tim pelatih menurunkan tujuh pemain asli Malang di skuadnya. Mulai dari pos belakang sampai depan. Hasilnya, mereka mampu menunjukkan permainan yang lumayan. Tidak banyak perombakan di sektor lokal menjadi salah satu cara tim untuk segera klop. Itu perlu dilakukan karena persiapan tim tidak panjang.
Singo Edan hanya mempunyai waktu dua bulan saja sebelum kembali berkompetisi. ”Kami menginginkan tim ini mempunyai persiapan bagus sebelum liga,” tuturnya. Musim lalu, Singo Edan berisikan cukup banyak pemain berdarah asli Malang. Di antaranya Jhon Alfarizi, Dendi Santoso, Achmad Figo, Galih Firmansyah, Teguh Amiruddin, Tito Hamzah, Jayus Hariono, Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, Ahmad Bustomi, Iman Hernandi, dan Ikhfanul Alam. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra