Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC 1-4 PSIS Semarang : Gagal Pangkas Jarak dengan Zona Aman

Bayu Mulya Putra • Selasa, 6 Februari 2024 | 18:41 WIB
SINYAL BURUK: Arkhan Fikri (kanan) berebut bola dengan penggawa PSIS Semarang Alfeandra Dewangga pada laga kemarin sore. Singo Edan gagal memanfaatkan momentum pada awal babak kedua.
SINYAL BURUK: Arkhan Fikri (kanan) berebut bola dengan penggawa PSIS Semarang Alfeandra Dewangga pada laga kemarin sore. Singo Edan gagal memanfaatkan momentum pada awal babak kedua.

BALI - Kegagalan Persita Tangerang dan PSS Sleman mendapat poin penuh pada pertandingan pekan ke-24 tak mampu dimanfaatkan Arema FC.

Bermain melawan PSIS Semarang dengan status tuan rumah kemarin sore, Singo Edan tumbang dengan skor telak 1-4.

Kekalahan itu membuat margin poin Arema FC dengan dua kompetitornya tak beranjak.

Jaraknya tetap lima sampai enam poin.

Kans Arema FC lepas dari zona merah lebih cepat dipastikan batal terlaksana.

Sebab, mereka akan terus berada peringkat 16 sampai pekan ke-27.

Sebagai informasi, pada pekan selanjutnya, lawan Persita Tangerang adalah Persebaya Surabaya.

Sedangkan PSS Sleman akan melawan Bhayangkara FC.

Sementara Arema FC akan away ke markas RANS Nusantara.

Gagal mendapat poin di laga kemarin sore, Pelatih Kepala Arema FC Fernando Valente tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

”Saya menyadari ini merupakan sebuah hari yang buruk untuk tim yang tengah berjuang (keluar dari zona merah, red),” kata dia kepada awak media.

Kekalahan telak kemarin sore sebenarnya bisa dihindari bila penggawa Arema FC bermain spartan.

Sebab, kubu Mahesa Jenar-julukan PSIS pada dasarnya tak banyak mengancam gawang Singo Edan.

Klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri, Semarang itu hanya lima kali mengancam gawang Julian Schwarzer.

Namun empat di antaranya bisa dikonversikan menjadi gol.

Satu berasal dari kombinasi di dalam kotak penalti.

Sementara tiga gol lainnya lewat tendangan jarak jauh.

Sepanjang pertandingan, Singo Edan punya enam peluang membuat gol di dalam kotak penalti PSIS.

Namun yang namanya tercatat di papan skor hanya Charles Lokolingoy.

Dia melesatkan gol pada menit 56.

Dedik Setiawan menjadi pemain yang paling banyak membuang kesempatan menciptakan gol.

Dari catatan koran ini, dia punya tiga peluang.

Dia menyebut bila pemain asal Australia itu sebenarnya mampu menumbuhkan motivasi rekan-rekannya.

Namun gol ketiga PSIS dari Riyan Ardiansyah merusak itu semua.

Julian Guevara mengakui bila momentum pertandingan berubah saat PSIS membuat gol ketiga.

Itu membuat langkah timnya menjadi lebih berat.

”Kami sebetulnya mengontrol pertandingan. Tapi, tanpa membuat gol kami sulit mengubah situasi,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius menjelaskan kunci kemenangan timnya adalah respons positif saat pemainnya mendapat tekanan.

Itu terjadi saat Singo Edan mulai memperkecil kedudukan pada babak kedua.

”Kami menunjukkan performa yang bagus di babak pertama dan kedua. Pemain tidak membuat kesalahan dan tampil kompak,” ucap dia. (gp/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#psis semarang #Arema FC