CABOR - gulat Kabupaten Malang kembali membidik target tinggi di PON XXI September ini.
Mereka bertekad melanjutkan tradisi meraih emas seperti di PON sebelumnya.
Pada PON XX Papua 2021 lalu, atlet gulat Kabupaten Malang meraih tiga medali emas.
Pada PON XXI Aceh dan Sumatera Utara, mereka menargetkan lima medali.
Perinciannya adalah satu emas dan empat perunggu.
Pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Timur Sulastiman mengatakan, tradisi emas harus dipertahankan bagaimana kondisinya.
Alasannya, gulat Kabupaten Malang sudah mempunyai nama di cabang olahraga tersebut.
”Kami ingin menunjukkan tetap bisa bersaing. Meski kehilangan atlet andalan,” paparnya.
Menurutnya, dua atlet yang mendapatkan emas di PON Papua 2021 lalu tidak bisa lagi membela tim gulat Jawa Timur.
Saat ini hanya satu atlet Kabupaten Malang yang berpotensi medali.
Sosok tersebut adalah Faradisa Septia Putri.
“Jadi kami proyeksikan dia kembali dapat emas,” papar pria asal Kabupaten Malang itu.
Keyakinannya juga berangkat dari Fara yang pada 2023 lalu berhasil membawa pulang medali perak di SEA Games Kamboja.
Karena itu, dia melihat mahasiswa Universitas Merdeka Malang tersebut akan tampil lebih percaya diri di kejuaraan tingkat nasional.
Sementara itu, untuk empat atlet gulat Kabupaten Malang lainnya, PGSI Jatim hanya menargetkan medali perak. Itu karena mereka baru pertama kali mengikuti PON.
Namun, performa mereka saat di Pra-PON beberapa bulan lalu cukup meyakinkan. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana