KEKUATAN Kota Malang di Porprov Jawa Timur 2025 berpotensi tereduksi.
Itu karena, mereka berpeluang tidak bisa menurunkan atlet peraih medali PON XXI 2024 dalam kejuaraan tersebut.
Dalam Porprov Jatim IX nanti direncanakan atlet yang berprestasi di PON tidak ambil bagian.
Rancangan aturan tersebut dibuat dengan tujuan regenerasi.
Pihak penyelenggara menginginkan persaingan atlet di Porprov Jatim 2025 lebih besar.
Artinya atlet yang meraih medali di PON 2024 tidak mengikuti ajang yang lebih rendah levelnya.
Sebagai cabor yang mempunyai empat atlet peraih medali PON 2024, Wushu Indonesia (WI) Kota Malang tidak keberatan dengan aturan itu.
”Sudah ditetapkan, jadi kami harus melaksanakannya,” jelas Pelatih WI Kota Malang Endratmo Adji.
Karena itu, pihaknya akan bekerja keras untuk mencetak atlet yang berkualitas.
Targetnya, atlet baru punya kemampuannya tidak jauh beda dengan yang sudah meraih medali di PON.
Usaha itu demi bisa mengamankan medali di Porprov Jatim nanti. Adji melihat terdapat keuntungan dengan aturan tersebut.
Menurutnya, kesempatan atlet lain untuk lolos ke Porprov Jatim lebih mudah. Karena per saingannya menjadi berkurang.
”Saat ini kami masih memantau 34 atlet di bawah WI Kota Malang,” tutur dia.
Di tempat terpisah, Sekretaris Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang Suwono tidak memungkiri kehilangan tiga atlet andalan karena aturan itu.
”Apalagi di nomor yang selalu menjadi andalan kami seperti downhill dan road race,” jelas dia.
Suwono mengatakan, secara jumlah, mereka memang tidak kekurangan atlet.
Namun, dari 20 atlet yang diproyeksikan mengikuti Porprov 2025 masih tergolong baru.
Karena itu, perlu banyak usaha untuk meningkatkan kualitas mereka. Setahun sebelum Porprov Jatim akan dimaksimalkan meningkatkan performa atlet. (Galih R Prasetyo)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana