Misi wushu Kota Malang mengakhiri Popda Jawa Timur 2024 tidak dengan tangan kosong berhasil terwujud.
Dalam kejuaraan yang digelar di Kabupaten Bangkalan itu, mereka berhasil membawa pulang lima medali.
Perinciannya satu emas dan empat perunggu.
Hasil tersebut melampaui torehan medali wushu Kota Malang pada Popda Jatim dua tahun yang lalu.
Pada waktu itu, mereka meraih dua medali.
Terdiri dari, satu emas dan satu perak.
Pelatih Wushu Indonesia (WI) Kota Malang Endratmo Adji bersyukur dengan raihan tersebut.
Meski misi membawa pulang lima medali emas belum bisa diwujudkan.
Menurutnya, atlet wushu Kota Malang mengalami perkembangan positif.
”Target yang meleset karena faktor yang tidak kami perkirakan sebelumnya,” jelas Adji.
Dia mencontohkan, seperti beberapa atlet yang tidak stabil saat melakukan gerakan jurus di nomor taolu.
Akibatnya penilaiannya menjadi berkurang.
Selain itu, mereka luput untuk memperhatikan peralatan dan busana para atlet.
Akhirnya, saat menampilkan gerakan-gerakan akrobatik, ada aksesoris pakaian atlet yang terlepas.
Situasi meyebabkan, mereka tidak mendapat poin yang sempurna dari juri saat pertandingan.
”Harapannya, kami bisa memperbaiki hal-hal tersebut di event yang lain,” tutur Adji.
Menurutnya, semua atlet, pelatih, dan official perlu mengantisipasi hal-hal kecil seperti kualitas pakaian dan peralatan.
Tujuannya, supaya performa para atlet bisa lebih maksimal ke depan. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana