Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Tembus Posisi Lima Besar

Bayu Mulya Putra • Minggu, 22 Desember 2024 | 20:30 WIB
SESUAI HARAPAN: Charles Lokolingoy (kanan) berupaya melewati hadangan pemain PSBS Biak Fabiano Beltrame, kemarin sore. Lokolingoy menyumbang satu gol di laga tersebut.
SESUAI HARAPAN: Charles Lokolingoy (kanan) berupaya melewati hadangan pemain PSBS Biak Fabiano Beltrame, kemarin sore. Lokolingoy menyumbang satu gol di laga tersebut.

BLITAR - Setelah gagal memetik poin penuh di tiga laga terakhir, Arema FC akhirnya bisa mengakhiri tren negatif, kemarin sore (21/12).

Singo Edan berhasil mencatatkan kemenangan atas Tim PSBS Biak di Stadion Soepriadi, Blitar.

Skor 32 menjadi bukti keunggulan Dalberto Luan Belo dkk.

Mengamankan tiga poin di kandang membuat posisi Arema FC di klasemen melonjak Singo Edan naik ke peringkat lima dengan koleksi 25 poin.

Sebelumnya, mereka bertengger di posisi 9.

Torehan itu masih bisa berubah.

Sebab, belum semua klub melakoni laga pada pekan ke16.

Pelatih Interim Arema FC Kuncoro mengatakan, hasil pertandingan sesuai harapan mereka.

Dia mengaku sebelumnya cukup terbebani dengan tanggung jawab menjadi pelatih pengganti.

Itu karena, Kuncoro hanya diberikan waktu mempersiapkan tim selama dua hari saja.

”Setelah menang, langsung plong semua beban,” kata mantan pemain Persija Jakarta itu.

Kuncoro menjabarkan, kebangkitan Arema FC tidak bisa dilepaskan dari peran tim analis.

Menurutnya, mereka berhasil memberikan telaah yang mendalam mengenai kekuatan PSBS Biak.

Alhasil, tim pelatih mampu menyiapkan kontrastrateginya.

Itu terlihat dari permainan Dendi Santoso dkk yang cukup efektif.

Penguasaan bola Arema FC hanya 41 persen, namun mereka lebih dominan dalam membuat kreasi peluang.

Jumlahnya sebanyak tujuh kali.

Sementara tim lawan hanya lima kali.

Kuncoro mengatakan, mereka memang tidak menekankan pada penguasaan bola.

Namun berusaha mengontrol permainan.

Karena itu, bola lebih sering dialirkan secara langsung ke depan.

Umpanumpan panjang dari pemain terbukti efektif.

Gol Dalberto pada menit ke34 berawal dari skema tersebut.

Meski berhasil menang, Kuncoro menyebut performa timnya belum sempurna.

Salah satunya terkait ketahanan fisik.

Dia menjelaskan, pada 16 menit terakhir pertandingan, para pemain mulai kelelahan.

Akibatnya, mereka kehilangan fokus dan konsentrasi.

Itu terbukti dari gol Muhammad Tahir pada menit ke-87.

”Pelanggaran Lucas Frigeri di kotak penalti pada menit ke-59 itu juga karena sudah kelelahan,” ujar Kuncoro.

Sementara itu, Pelatih Kepala PSBS Biak Emral Abus memastikan bila timnya tidak ingin terpuruk karena gagal mencuri poin di kandang lawan.

”Kami sebenarnya buat banyak peluang, tapi sayang sampai akhir belum bisa unggul,” ucapnya.

Salah satu yang paling disesalkannya yakni eksekusi penalti Alexsandro Ferreira.

Sebab, tendangan pemain asal Brazil itu bisa digagalkan Lucas Frigeri.

Sehingga tidak bisa menambah skor tim berjuluk Badai Pasifik itu.

”Kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya,” tutur pelatih asal Sumatera Barat itu. (tio/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #liga 1