KABUPATEN - Kiper Unggul FC Malang Angga Ariansyah memenuhi kebutuhan nutrisi selama Ramadan secara mandiri.
Pemain bernomor punggung satu itu memasak makanan untuk sahur dan berbuka sendiri.
Usaha itu di lakukan Angga supaya leluasa mengelola menu sehat yang dibutuhkan tubuhnya.
Kepada Jawa Pos Radar Malang Angga bercerita, kebiasaan memasak makanan sudah dilakukannya sejak masih kecil.
Bermula dari melihat ibunya memasak.
”Dulu mama tukang masak, jadi sering ikut masak. Dari sana, saya mengerti bahan makanan seperti apa,” papar dia.
Situasi itu membuatnya terus termotivasi untuk memasak sendiri makanan yang akan disantap.
Selama berseragam Unggul FC Malang, Angga jarang membeli makanan jadi.
Laukpauk sampai sayuran yang akan dimakan dia masak sendiri.
Karena kebiasaan itu, pemain asal Bandung itu paham kebutuhan gizi yang terkandung dalam satu piring makannya.
Dia juga mengerti mengolah makanan supaya kandungan gizi, protein, dan nutrisi tidak hilang.
Selama libur kompetisi dia tidak kesulitan memenuhi kebutuhan makanan seimbang.
Selama bulan Ramadan, Angga sebelum berbuka puasa akan menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak.
Mulai dari laukpauk berprotein tinggi hingga berbagai sayur.
”Biasanya makan ayam yang digrill,” ucapnya.
Selain itu, dia juga merebus ayam sebagai opsi alternatif.
Baginya, yang penting adalah makanan yang memiliki kadar minyak sedikit.
Sedangkan untuk mengatasi rasa hambar, bahan makanan tersebut ditambah bumbu khusus yang rendah kalori dan natrium.
Untuk urusan sayur, dirinya tidak pilihpilih.
”Yang paling sering saya makan itu buncis, brokoli, wortel sama selada mas,” ujar Angga.
Baginya, keempat bahan itu bisa diolah untuk sekadar direbus atau dibuat sayur sop.
Apabila bosan dengan makanan tersebut, dirinya beberapa kali memasak makanan rumahan.
Salah satunya, tempe orek atau telur balado.
Menurutnya, makanan itu untuk meningkatkan nafsu makannya.
Selama memasak di rumah, Angga selalu menekankan kebutuhan nutrisi dalam terpenuhi.
”Yang penting ada protein, sayur dan serat,” kata pemain berusia 24 tahun itu.
Baginya, menjaga pola makan dengan memasak sendiri merupakan tanggung jawabnya sebagai atlet profesional. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho