PEMINAT unit kegiatan mahasiswa (UKM) golf di beberapa kampus cukup tinggi.
Salah satunya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Berdiri sejak 2022 lalu, UKM Golf di UMM diklaim sebagai pelopor pertama di Malang Raya, bahkan di Jawa Timur.
Koordinator UKM Golf UMM Muhammad Isnaini menyebut, mereka sengaja mewadahi potensi dari para mahasiswa.
Sekaligus mematahkan stigma yang menganggap olahraga tersebut eksklusif dan mahal.
UMM sudah menjalin kerja sama dengan Lapangan Golf Abdulrachman Saleh, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
”Sejak awal berdiri, peminat UKM golf sangat tinggi,” kata dia.
Sekali membuka pendaftaran, animo peminat mencapai 150 sampai 200 mahasiswa.
Tak seluruh mahasiswa yang mendaftar diterima.
Mereka harus melewati seleksi skill untuk bisa bergabung.
Kuota setiap angkatan mencapai 50 sampai 60 orang.
Pria yang akrab disapa Krisna itu menyebut, peminat UKM golf didominasi mahasiswi.
Dengan estimasi sekitar 40 golfer perempuan dan 20 golfer laki-laki.
Mayoritas dari anggotanya sudah memiliki basic skill dalam olahraga golf.
Sehingga, dalam proses latihan, mereka tinggal mengembangkan skill yang telah dimiliki.
Dalam latihan, Ketua Umum UKM Golf UMM Surya Nugraha Krisnamurti menyebut bahwa mereka di-support dana turun lapangan mencapai 50 persen dari biaya mandiri.
Sebagai contoh, sewa lapangan sebesar Rp 400 ribu, maka mahasiswa hanya perlu membayar Rp 200 ribu saja.
Jumlah itu didapat dari hasil iuran seluruh anggota yang turun lapangan.
”Sehingga, jumlah yang dikeluarkan per mahasiswa relatif murah,” ujarnya.
Terlebih, turun lapangan tidak dilakukan setiap minggu.
Hanya dua minggu sekali.
Mahasiswa hanya perlu membayar iuran per bulan senilai Rp 50 sampai Rp 60 ribu.
”Seluruh alat golf seperti stick dan bola juga di-support pihak kampus,” tegasnya.
Dalam praktiknya, para anggota UKM terbagi menjadi tiga kelas.
Yakni kelas A atau advance, kelas B atau intermediate, dan kelas C atau beginner.
Mereka dilatih empat pelatih golf profesional.
”Mereka seluruhnya merupakan pelatih berlisensi tingkat provinsi,” tambah Krisna.
Saat ini ada sekitar 10 anggota UKM yang naik ke kelas A.
Mereka pernah memenangkan juara pertama kompetisi ketangkasan dalam turnamen tingkat provinsi.
Selain itu, beberapa anggota mereka juga terpilih dan akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Sebagai contoh, dua atlet dari UKM Golf UMM yang akan mewakili Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo dalam gelaran Porprov 2025.
Surya berharap prestasi anggotanya bisa dimanfaatkan untuk menempuh studi lanjutan.
”Banyak di luar negeri beasiswa yang berasal dari prestasi atlet golf. Target kami mencapai itu,” tandasnya. (ori/by)
Editor : Aditya Novrian