Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persaingan Bermain Legiun Asing Semakin Ketat, Tidak Ada Jaminan untuk Blade Berlaga

Galih R Prasetyo • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 18:55 WIB
HARUS KERJA KERAS: Matheus Blade menjadi pemain asing anyar Arema FC kedelapan musim ini. Dia mulai berlatih kemarin
HARUS KERJA KERAS: Matheus Blade menjadi pemain asing anyar Arema FC kedelapan musim ini. Dia mulai berlatih kemarin

KABUPATEN- Komposisi skuad Arema FC kembali berubah. Setelah merekrut eks pemain Persipal Palu Fikri Arjidan, kemarin Singo Edan menambah pemain asing. Adalah Matheus Blade yang jadi legiun impor ke-12 tim musim ini.

Blade direkrut dari klub seri B Brasil Esporte Clube Noroeste. Bergabungnya pesepak bola berusia 28 tahun itu membuat Arema FC punya sembilan pemain asal Brasil. Sebelum dia, Lucas Frigeri, Yann Motta, Luiz Gustavo, Odivan Koerich, Valdeci Moreira, Paulinho Moccelin, Dalberto Luan Belo, Betinho, dan Pablo Oliveira terlebih dulu bergabung dengan Singo Edan.

Profil Matheus Blade.
Profil Matheus Blade.

Kehadiran eks pemain Amazonas FC tersebut akan membuat persaingan bermain legiun asing semakin ketat. Itu karena, setiap klub BRI Super League 2025/2026 hanya bisa memainkan tujuh legiun asing dalam satu laga. Meski bisa mendaftarkan 11 pemain impor.

Saat bermain di lini belakang, Balde harus bersaing dengan Odivan, Gustavo, dan Motta. Sedangkan saat ingin bermain di lini tengah, harus bersaing dengan Julian Guevara, Betinho, dan Valdeci Moreira. Persaingan bermain akan semakin ketat saat Pablo Oliveira kembali.

Nanti ada tiga legiun asing menganggur saat tim berlaga. Penyebabnya, hanya delapan penggawa impor yang bisa masuk daftar susunan pemain. Lantas, apa alasan Arema FC merekrut Blade di saat punya banyak pemain asing?

General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, satu dasar merekrut Blade karena sang pemain multi posisi. Mampu bermain sebagai center back dan gelandang bertahan.

Menurutnya, tim membutuhkan tambahan di sektor tersebut. Itu akibat, Odivan, Guevara, dan Pablo bakal absen di laga awal kompetisi. Sedangkan, Valdeci masih mengembalikan kebugaran.

” Arema FC merekrut dia (Matheus Blade) merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat sektor belakang dan lini tengah,” katanya. Berdasar informasi dari tim pelatih, sosok tersebut cocok untuk menambah kekuatan di posisi tersebut. Sebagai pemain asing, dia diklaim punya karakter kuat yang seusai dengan gaya bermain yang akan dimainkan tim pada musim 2025/2026.

Arema FC berencana tampil agresif saat tanpa bola. Berani melakukan pressing saat lawan menguasai bola. Dalam laga menghadapi Persija Jakarta, tiga penyerang aktif menekan lawan saat mulai membangun serangan.

Disinggung terkait adaptasi Blade karena datang jelang kompetisi, pria kerap disapa Inal itu yakin hal tersebut bukan masalah. Mantan manajer bisnis klub itu optimistis penyesuaian pemain kelahiran 15 Mei 1997 itu cepat. ”Dengan pengalaman bermain di liga profesional Brasil penyesuaian bisa cepat dilakukan,” katanya.

Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos ingin semua pemain bersaing secara sehat untuk bermain. Baik itu penggawa lokal dan asing. Dia ingin kondisi tersebut membuat elemen tim berkembang.

”Saya pikir kerja keras (pemain) di latihan untuk dapat kesempatan berlaga harus selalu dilakukan pemain,” katanya. Alasannya, kualitas penggawa tim yang membuat Singo Edan kompetitif. (zan/gp)

 

 

Editor : A. Nugroho
#penambahan pemain #Arema FC #Asing #legiun asing #Singo Edan