RADAR MALANG – Juventus tengah menghadapi sorotan tajam setelah dalam dua laga terakhir mereka kebobolan total tujuh gol. Catatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Juventini, mengingat lini pertahanan yang selama ini dikenal solid justru mudah ditembus lawan. Dua pertandingan tersebut adalah saat melawan Inter Milan di Serie A dan Borussia Dortmund di Liga Champions.
Kiper utama, Michele Di Gregorio, menjadi sosok yang paling banyak disorot. Performanya dianggap menurun drastis karena beberapa kali gagal mengantisipasi tendangan lawan dari jarak jauh. Statistik ini menunjukkan, sebagian besar gol yang bersarang ke gawang Bianconeri lahir dari sepakan luar kotak penalti. Situasi ini menimbulkan pertanyaan apakah Juventus keliru dalam mempercayakan pos penjaga gawang kepadanya.
Fans pun ramai mengkritik keputusan manajemen yang enggan mendatangkan kiper anyar. Nama-nama besar seperti Gianluigi Donnarumma, Guglielmo Vicario, hingga Alex Meret sempat disebut-sebut bisa menjadi solusi, namun tak ada langkah konkret yang diambil klub. Akibatnya, Di Gregorio kini menjadi kambing hitam atas menurunnya kualitas lini pertahanan Juventus.
Namun, tak hanya sektor kiper yang bermasalah. Lini belakang juga turut mendapat sorotan. Bek Juventus dianggap kurang disiplin dalam menjaga area seputar kotak penalti, serta gagal menutup ruang tembak pemain lawan. Koordinasi yang buruk membuat serangan lawan lebih mudah dieksekusi, terutama dari area second line.
Meski begitu, ada sisi positif yang masih bisa diandalkan. Lini serang Juventus tetap menunjukkan performa impresif. Duet Dusan Vlahovic dan Kenan Yildiz menjadi harapan utama tim, dengan ketajaman dan insting mencetak gol yang terbilang tinggi. Kombinasi keduanya setidaknya mampu menjaga asa Juventus agar tetap kompetitif di papan atas.
Kini, manajemen dan pelatih Igor Tudor dituntut segera mencari solusi. Pertahanan yang rapuh bisa menghambat ambisi Juventus untuk bersaing di Serie A maupun Liga Champions. Pertanyaannya, apakah Tudor akan memberikan kesempatan lebih pada Di Gregorio untuk membuktikan diri, atau justru mulai melirik opsi kiper baru di bursa transfer mendatang? (run)
Editor : A. Nugroho