Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Tahun Tragedi Kanjuruhan, Jadi Momentum Lebih Bijak Memberi Dukungan

Galih R Prasetyo • Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:31 WIB

 

MENDOAKAN KORBAN: Aremania asal Blitar Aurellio Ramadavin bersama rekan-rekannya berdoa di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu lalu (1/10).
MENDOAKAN KORBAN: Aremania asal Blitar Aurellio Ramadavin bersama rekan-rekannya berdoa di Gate 13 Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu lalu (1/10).

SETELAH tiga tahun akhirnya Aurellio Ramadavin kembali ke Stadion Kanjuruhan. Rabu (1/10) lalu, pemuda asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar itu memutuskan kembali ke kandang Singo Edan. Momen itu bertepatan dengan peringatan tiga Tragedi Kanjuruhan.

Pemuda berusia 18 tahun itu menjelaskan, dia datang bersama enam kawannya untuk refleksi tragedi Kanjuruhan. Dia menempuh perjalanan dua jam menaiki sepeda motor. Tak lama setelah tiba di Stadion Kanjuruhan, dia langsung masuk ke gate 13 untuk mengirim doa kepada rekan-rekan yang berpulang.

”Saya langsung trenyuh saat masuk gate 13,” katanya. Pemuda yang akrab disapa Aurel itu menjelaskan, berada di tempat tersebut membuatnya kembali mengenang peristiwa kelam tiga tahun silam. Perasaan itu membuatnya sedih.  Tragedi pada waktu itu melukai hatinya.

Dia menjelaskan, tidak menonton langsung saat laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. Padahal waktu itu, Aurel sering memberi dukungan langsung saat Dedik Setiawan dkk bermain kandang pada Agustus dan September 2022. Saat itu, dia melewatkan laga big match karena tidak mendapat restu orang tuanya.

Meski menonton di Blitar dia juga merasakan kekecewaan saat Arema FC harus kalah saat itu. Tapi hatinya lebih hancur, saat mendengar banyak korban setelah laga Arema FC melawan Persebaya itu. Dia tidak menyangka, ada  135 orang yang meninggal. Beberapa berasal dari daerah asalnya.

Duka yang terjadi akibat tragedi Kanjuruhan saat itu sangat berdampak besar kepadanya. Dia enggan menyaksikan laga Arema FC secara langsung di stadion. Termasuk, saat berkandang di Blitar. ”Semoga kita sebagai suporter dapat lebih bijak lagi saat menonton pertandingan klub tercinta,” tandasnya. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #stadion kanjuruhan #Kabupaten Blitar #Singo Edan #gate 13