USAHA atlet Horseback Archery (HBA) Kota Malang meningkatkan performa menemui kendala. Mereka belum memiliki tempat yang ideal untuk berlatih memanah sambil berkuda. Tempat latihan yang digunakan saat ini terlalu pendek untuk bermanuver dengan nyaman.
Wali Atlet HBA Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Malang Ali Mubarok menjabarkan, idealnya atlet membutuhkan lintasan lurus sepanjang 250 meter sampai 300 meter. Itu bertujuan, agar atlet bisa melepaskan anak panah dalam kecepatan tinggi. ”Selain kurang panjang, sebenarnya standar lebar HBA itu 40 meter,” katanya.
Tempat latihan yang biasa dipakai atlet HBA Kota Malang sekarang, merupakan lahan kosong di depan Politeknik Kota Malang. Ukuran panjang lintasan untuk latihan kurang dari 100 meter. Itu belum sesuai dengan standar.
Pihaknya telah mencoba mencari tempat latihan lain, namun belum ada yang sesuai. Sementara tempat lain seperti lapangan pacuan kuda yang tersedia sangat jauh. Karena itu, berusaha memaksimalkan tempat yang bisa digunakan untuk menempa diri.
Menurutnya, atlet HBA Kota Malang lainnya juga belum memiliki tempat latihan yang ideal. Selama ini, harus berlatih di stable masing-masing dengan memanfaatkan arena berkuda Equestrian sebagai alternatif saat menempa diri. Karena itu, dia dan pengurus HBA Kota Malang berupaya menjalin komunikasi dengan KONI dan Disporapar Kota Malang.
”Harapannya, kami bisa mendapatkan tempat yang cocok, jadi tidak perlu kebingungan mencari lagi,” katanya. Ali melihat, lahan kosong di sekitar Kantor Terpadu Kota Malang cukup ideal untuk latihan HBA. Selain luas, tempat tersebut juga memiliki panjang yang memadai untuk manuver kuda. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho