PETINJU putri Kota Batu Cinta Puspita Ngabalin membuat kejutan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2025. Tampil di kelas yang berbeda dari biasake diikuti mampu meraih perak. Bertanding di Palu, Sulawesi Tengah, Cinta tampil impresif di kelas 50 kilogram Junior Women.
Kepala Bidang Prestasi (Binpres) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang yang juga kakak Cinta, Randy Ngabalin menjelaskan, awalnya sang adik didaftarkan untuk turun di kelas 48 kilogram. Namun, menjelang pertandingan tidak ada atlet yang berlaga di kelas tersebut. Alhasil, harus naik ke kelas 50 kilogram.
”Meski hanya berjarak dua kilogram tetapi perbedaan fisik sangat berpengaruh,” katanya. Dia menilai kalau atlet kontingen lain di kelas itu lebih tinggi dari Cinta secara postur. Hal itu membuat game plan yang semula disiapkan tidak berjalan dengan maksimal.
Meski begitu, pelatih Cinta tetap menyiapkan strategi untuk membantu anak asuhnya raih kemenangan. Di sisi lain, Cinta juga memiliki track record positif selama bertanding. Di antaranya, mampu meraih medali emas pada Porprov Jatim 2022 dan 2023, serta Kejuaraan Nasional 2023.
Modal pengalaman itu mendorong Cinta melangkah hingga babak final. Sayangnya, perjuangannya harus terhenti setelah kalah angka dari wakil Jawa Barat. Meski hanya meraih medali perak, Randy menilai hasil itu terbilang bagus.
Baginya, Kejurnas ini merupakan ajang yang penting bagi adiknya. Itu karena, dari ajang tersebut Cinta bisa melihat dan mengukur perkembangannya. Sekaligus, berada di level mana saat berlaga di kejuaraan nasional.
Ke depan Cinta akan ikut lolos Seleksi Daerah (Selekda) mewakili Jawa Timur. ”Dengan persiapan ke depan, kami ingin Cinta bisa tembus ke Pekan Olahraga Nasional 2028 mendatang,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho