Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tidak Lagi Frigeri Sentris, Para Penjaga Bersaing dengan Ketat

Galih R Prasetyo • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:05 WIB
MAMPU BERSAING: Adi Satryo menangkap bola dalam sesi internal game di Stadion Kanjuruhan, pekan lalu.
MAMPU BERSAING: Adi Satryo menangkap bola dalam sesi internal game di Stadion Kanjuruhan, pekan lalu.

KABUPATEN – Tugas mengamankan gawang Arema FC tidak lagi diemban Lucas Frigeri sendirian musim ini. Penjaga gawang asal Brasil itu banyak dibantu Andi Satryo dalam 13 laga terakhir Singo Edan. Untuk diketahui, Frigeri tidak tergantikan selama putaran pertama Liga 1 2024/2025.

Sepanjang musim, dia hanya absen bermain satu kali. Total tampil dalam 33 laga Singo Edan pada kompetisi 2024/2025. Jumlah itu, membuatnya jadi salah satu pemain tim yang paling banyak berlaga.

Sedangkan musim ini, kiper berusia 36 tahun itu bermain enam kali dalam 13 laga Singo Edan. Sementara Adi Satryo tujuh kali mendapat kesempatan bermain. Kondisi itu membuat Pelatih Kepala Marcos Santos punya banyak opsi pemain untuk mengisi posisi di bawah mistar. 

Baik Adi dan Frigeri bisa diandalkan. Keduanya, membantu tim meraih beberapa hasil positif. Frigeri misalnya, membantu tim unbeaten dengan tiga kali imbang dan menang di kandang lawan.

Marcos mengungkapkan, memiliki dua penjaga gawang yang bagus tidak membuatnya kebingungan untuk menentukan pilihan. Justru, dia merasa situasi tersebut sebagai hal yang menguntungkan tim. ”Keduanya bisa saling mengisi peran apabila salah satunya absen,” katanya.

Contohnya, saat Adi mengalami problem kaki jelang melawan Dewa United. Frigeri tampil menggantikan Adi dan tampil baik. Begitu pula sebaliknya, saat pemain berusia 36 tahun itu tidak bisa berlaga Adi berusaha memberikan terbaik di pertandingan.

Menurut juru taktik asal Brasil itu, Frigeri dan Adi bisa menjadi contoh untuk pemain muda. Itu menyusul, selalu menghadirkan kompetisi sehat demi bisa mengawal mistar Singo Edan. Karena itu, selalu bekerja keras di setiap latihan demi berada dalam kondisi siap saat dibutuhkan.

Soal siapa yang bermain di antara keduanya, Marcos menekankan kalau itu berdasar kebutuhan tactical tim, kondisi pemain, hasil latihan dan pertandingan. Berangkat dari itu, Frigeri kembali bermain saat melawan Malut United setelah tampil bagus dalam laga menghadapi Persebaya. ”Di laga terakhir dia (Frigeri) menunjukkan kualitasnya,” katanya.

Senada dengan Marcos, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, manajemen klub senang dengan performa penjaga gawang tim. Menurutnya, rotasi menjadi langkah tepat untuk menjaga konsistensi di tengah padatnya jadwal kompetisi. Para kiper juga tidak ada yang bersantai-santai.

”Kami jadi merasa aman saat salah satu penjaga gawang terpaksa tidak bisa tampil, entah karena sanksi maupun problem kebugaran,” pungkasnya. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#Arema FC #stadion kanjuruhan #Kabupaten Malang #Singo Edan